Ajax, Pembunuh Raksasa yang Masih Mencari Mangsa

Soccer

Kamis, 18 April 2019 | 21:49 WIB

190418215501-ajax-.jpg

liputan6.com

AJAX Amsterdam jadi kejutan terbesar di Liga Champions musim ini. Klub asal Belanda ini sukses menembus semifinal, untuk pertama kalinya sejak musim 1996/97.

Bukan cuma outputnya, tiket ke semifinal. Melainkan juga kiprah gemilang mereka selama berlaga di turnamen antarklub paling elite se-Benua Eropa ini.

Baca Juga: Belum Berjersey Barca Sudah Dianggap Legend, Ini Pemain Ajax yang Bikin Barcelonista Mabuk Kepayang

Sebelum memastikan tempat di empat besar Liga Champions 2018/19, Ajax menyingkirkan dua tim raksasa: Real Madrid (Spanyol) di 16 besar dan Juventus (Italia) di perempat final.

Los Blancos, julukan Real Madrid, mereka singkirkan dengan agregat 5-3. Sementara Juventus, mereka libas dengan selisih gol 3-2. Kemenangan 2-1 Selasa (16/4) atau Rabu dini WIB, di kandang Juventus, Allianz Stadium, menjadi bukti kehebatan Ajax. Di laga pertama sendiri, kedua tim bermain imbang 1-1.

Baca Juga: Misi Liga Champions Ronaldo Gagal, Saham Juventus Anjlok 22 Persen

Sebelumnya, di fase grup Daley Blind dan kawan-kawan juga mampu menyulitkan raksasa Jerman, Bayern Munchen. Dalam dua laga, klub berjulukan FC Hollywood itu mereka tahan 1-1 dan 3-3.

Di semifinal, De Amsterdammers akan berhadapan dengan wakil Inggris, Tottenham Hotspur. Dua laga semifinal ini akan digelar pada tanggal 31 April dan 8 Mei 2019.

Tak salah jika julukan Pembunuh Raksasa mulai dialamatkan kepada klub yang dilatih Eric Ten Hag ini.

"Saya tak berpikir mereka akan menjuarai Liga Champions. Tapi, mungkin saya salah. Yang jelas, tidak ada yang menduga mereka bisa lolos ke semifina. Mereka memainkan sepak bola yang sangat aktif," ujar Carlo Ancelotti, pelatih yang pernah membawa AC Milan dan Real Madrid juara Liga Champions.

Di awal turnamen, memang sangat sedikit yang menjagokan Ajax. Orang umumnya menganggap masa kejayaan Ajax di Eropa sudah berlalu, sejak mereka terakhir kali menjuarai Liga Champions di musim 1994/95, untuk keempat kalinya, di era Patrick Kluivert dan kawan-kawan.

Sumber: liputan6.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR