Dari Trauma Hingga Dendam pada Ayah, Alasan Para Bintang Tampil di Lapangan Hijau dengan Nama Depan

Soccer

Selasa, 12 Februari 2019 | 13:00 WIB

190212120537-dari-.jpg

dailymail

Ada banyak tradisi sepak bola yang hingga kini tak berubah. Tapi seiring waktu beberapa aspek yang dulu dianggap tak mungkin kini menjadi pilihan, misalnya tradisi menggunakan nama belakang untuk jersey yang dikenakan. Faktanya kini sejumlah pemain memilih menggunakan nama depan untuk identitas di lapangan.

Bukan tak mungkin berikutnya bahkan nama panggilan seperti Kun Aguero, Chicharito dll.  tak akan lagi dianggap tak sopan untuk dijadikan identitas pada jersey. Dan sejauh ini untuk berbagai alasan ada pesepak bola yang keukeuh untuk tidak menggunakan nama belakang. Siapa saja dan mengapa? Bagaimana pula aturannya? Berikut di antaranya seperti dikompilasi DailyMail: 

Jordi (Cruyff)

Bagi  pemain sepak bola yang tentunya ingin membangun reputasi sendiri,  tak ada yang lebih mengintimidasi daripada keharusan (baca: ekspektasi) untuk menyamai kehebatan ayah sekelas  Johan Cruyff. Pilihan putra legenda Barca dan Belanda, Jordi untuk tidak menggunakan nama keluarga sepertinya keputusan alami untuk keluar dari bayang-bayang sang ayah.

Namun semua berubah ketika ia bergabung dengan Manchester United  tahun 1996. Kala itu aturan Liga Premier memaksanya untuk menggunakan  nama keluarga Cruyff. Tetapi saat hengkang dari Setan Merah pada tahun 2000 Jordi kembali bebas memilih.

Jimmy (Floyd Hasselbaink)

Mantan striker Leeds United dan Chelsea ini masuk daftar pesepak bola pertama di Liga Premier yang memakai nama depan untuk jerseynya. Meski demikian Hasselbaink hanya melakukannya satu kali. Tepatnya  di laga debut bersama Leeds tahun 1997. Menghadapi Arsenal dan ikut mencetak gol, nama Jimmy tak lagi menjadi pilihan setelah intervensi dari dewan Liga Primer yang melarang pemakaian nama depan. 

Stelios (Giannakopoulos)

Untuk yang satu ini nama depan Stelios dipilih karena memang lebih mudah diucapkan ketimbang nama belakang Giannakopoulos. Jadilah pemain Yunani yang merumput selama lima tahun bersama  Bolton Wanderers sejak 2003 ini tak pernah mengenakan nama keluarga.

Dan bagi yang tetap ingin menjual jersey dengan nama belakang Stelios, maka pembeli dibebani biaya cetak tambahan. Menariknya, Stelios tetap menggunakan Giannakopoulos kala bermain untuk tim nasional Yunani.

Jonas (Gutierrez)

Tujuh tahun membela klub yang bermarkas di St. James, Jonas Guiterrez menjadi pemain kesayangan para pendukung Newcastle. Selama itu pula publik mengenalnya dengan nama Jonas. Ditanya mengenai alasan keputusannya untuk tidak menggunakan nama keluarga, pemain Argentina itu menjawab lugas. "Karena aku suka namaku!" Can't argue with that. 

Bryan (Ruiz)

Awal tahun 2010 banyak pemain yang menggunakan nama depan mereka dan Bryan Ruiz termasuk di antaranya. Tepatnya kala bergabung dengan Fulham pada 2011. Mengaku tak mengenal sosok ayah yang meninggalkan keluarganya ketika ia masih kecil, pemain internasional Kosta Rika itu mengaku tak memiliki ikatan emosional dengan nama Ruiz. Karena itu ia lebih memilih menggunakan Bryan.

Gaston (Ramirez)

Pemain depan Uruguay Gaston Ramirez sebelumnya dikenal sebagai pemain yang selalu menggunakan nama keluarga, seperti yang diketahui publik saat membela Penarol dan Bologna. Tapi bergabung bersama klub Inggris, Southampton dengan pilihan untuk menggunakan nama depan, ia pun memanfaatkannya dengan mulai menggunakan Gaston sebagai identitas.

Ravel (Morrison)

Perubahan nama dilakukan Ravel Morrison untuk dua klub yang dibelanya. Bersama Manchester United, ia dikennal dengan nama belakangnya tetapi setelah bergabung dengan West Ham ia beralih menggunakan Ravel yaitu  menjelang musim 2013-14, setelah dipinjamkan ke Birmingham City. Alasannya? Dia ingin nama baru menandai awal yang baru untuk karier sepak bolanya. 

Alexis (Sanchez)

Di awal kariernya di Amerika Selatan termasuk di Udinese, Alexis Sanchez selalu turun ke lapangan dengan nama belakang. Ia bahkan memperkuat Cile dengan nama keluarga menghiasi jersey yang dikenakannya di Piala Dunia 2010.

Tapi itu semua berubah sejak bergabung dengan  Barcelona. Ia memilih  dikenal sebagai Alexis di La Liga. Begitu pun setelah hijrah ke Liga Inggris saat berseragam Arsenal dan Manchester United. Begitu saat tampil bersama timnas. Alasannya? Menggunakan opsi yang tersedia. Plain and simple.

Memphis (Depay)

Memperkuat Manchester United, publik Old Trafford mengenalnya dengan Depay saat tengah beraksi. Tapi setelah hengkang usai kontrak dua musim pada tahun 2017, pemain sayap Belanda itu memilih nama depan. Sejauh ini ia konsisten dengan pilihannya. Terungkap jika ia melakukannya sebagai pernyataan untuk sang ayah yang meninggalkannya ketika masih berusia empat tahun.

Dele (Alli)

Then.

Suporter Spurs awalnya mengenal pemain andalan pasukan White Hart Lane ini dengan nama belakang. Tapi semua berubah di musim 2016-17 saat anggota timnas Inggris ini memilih menggunakan Dele ketimbang Alli. Alasannya menurutnya  “sangat kompleks” tapi yang jelas ia merasa tak memiliki ikatan emosional dengan nama Alli. 

Bisa jadi karena latar keluarga Dele memang tak biasa. Sang ayah diketahui tinggal di Nigeria selama beberapa tahun sebelum berpisah dengan ibunya saat Dele masih kecil. Di usia 13 tahun ia hidup bersama oragtua angkat meski tak pernah diadopsi secara resmi. Karena itu Dele akhirnya “membuang” nama keluarga yang menurutnya tak memiliki ikatan dengannya.

Ok but what about the rules?

Liga Premier mulai memberlakukan aturan yang terbilang longgar untuk urusan nama sekitar pertengahan tahun 2000-an. Secara umum jersey harus menampilkan nama belakang pemain. Jika ada opsi lain seperti julukan atau nama panggilan maka setidaknya pemain mengantongi izin atau disetujui terlebih dulu secara tertulis oleh Dewan Liga Premier.

I see..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR