Menpora Kritisi Kebijakan Naturalisasi Pemain Sepakbola

@KemenporaRI

Menpora Imam Nahrawi tinjau pelatnas paragames di Solo

Menpora Kritisi Kebijakan Naturalisasi Pemain Sepakbola

Soccer

Selasa, 13 Maret 2018 | 21:17 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengungkapkan, jalur naturalisasi pemain asing yang bergabung ke Tim Nasional Indonesia saat ini cenderung hanya untuk kepentingan klub semata. Padahal, seharusnya program naturalisasi ini untuk kepentingan yang lebih besar, yakni meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia.

Masalah itu dikemukakan Menpora ketika berkunjung ke Solo, Selasa (13/3/2018). Dia menyatakan, ke depan Kemenpora akan lebih memperketat proses naturalisasi pemain asing.

Berdasarkan pengamatannya, kebijakan khusus berupa kemudahan proses naturalisasi selama ini banyak dimanfaatkan pemain-pemain asing yang sudah berusia tua. Menurutnya, untuk peningkatan prestasi persepakbolaan Indonesia, yang diperlukan adalah pemain -pemain berusia produktif yang dinaturalisasi. "Jadi tidak bisa asal naturalisasi," tandasnya.

Menpora juga mengingatkan, semua tim yang berlaga di liga dan mengikuti program tersebut juga harus berorientasi ke Timnas. Dia menegaskan, jika Timnas membutuhkan pemain maka yang dicari adalah pemain yang masih produktif dan punya rekam jejak bagus.

Kemenpora, sambung Imam Nahrawi, juga sudah berencana memberikan batas usia maksimal pemain untuk dinaturalisasi. Dia menyebutkan, usia yang dinilai ideal adalah 19 tahun agar bisa maksimal saat bergabung dengan Timnas Indonesia.

"Kalau usia 19 tahun, bisa untuk jangka panjang. Ia bisa berkontribusi untuk timnas lebih maksimal," tambahnya.

Menpora juga minta, sebelum melangkah ke program naturalisasi, lebih baik jika potensi pemain lokal dimaksimalkan. Pengembangan potensi pemain lokal di sekolah-sekolah sepakbola, di PPLP, di sekolah khusus olahraga dan lain-lain, dalam pandangannya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR