Duta Seni Kota Blitar Kampanyekan Kedaulatan Budaya Melalui Kesenian Tradisi

Seni & Budaya

Senin, 11 November 2019 | 21:12 WIB

191111212134-duta-.jpg

ist


Bangsa Indonesia yang pluralistik merupakan kenyataan yang harus dilihat sebagai aset nasional. Bhinneka Tunggal Ika akan tetap menjadi manifesto masa depan bangsa, dan menjadi modal kebangsaan yang kuat bagi bangsa Indonesia.

“Secara hakikat pertunjukan ini merefleksikan karakter kita dalam kebhinnekaan. Di mana di dalamnya menggambarkan demokrasi yang hidup. Perpaduan seni drama, musik, lagu, dan tari. Proses berkesenian yang mencerminkan kerjasama kolektif, dengan pimpinan seorang penata seni,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Blitar, Drs. Hermansyah Permadi, M.Si, saat hadir di acara ‘Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur’ di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Penyelenggaraan ‘Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur’ yang setiap minggu digelar di Anjungan Jawa Timur ini, menampilkan duta seni dari Kota Blitar. Menampilkan tari ’Remo’ sebagai pergelaran pembuka. Disusul kemudian pementasan drama tari dengan lakon, ”Prahara Kadipaten Blitar”.

“Penampilan Duta Seni Kota Blitar ini, membawa spirit persaudaraan. Membawa spirit ke-Indonesiaan, spirit Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat secara bersama-sama memajukan budaya daerah, di tengah gempuran budaya asing yang luar biasa,” lanjut Hermansyah.

Dengan menampilkan berbagai kesenian daerah, seperti musik dan lagu campursari, tari dan kesenian daerah lainnya, menurut Hermansyah, kita sedang mengkampanyekan kedaulatan budaya di tengah bangsa kita sendiri.

“Inilah yang disebutkan Bung Karno dalam Trisakti, yang salah satunya adalah ‘berkepribadian dalam budaya.’ Budaya kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Budaya kita harus bisa merebut hati bangsa sendiri. Indonesia kaya ragam budaya yang harus terus digali dan dikembangkan sebagai pondasi pembangunan bangsa. Masyarakat Indonesia harus bangga dan cinta terhadap budaya tanah airnya sendiri daripada budaya bangsa asing,” ungkapnya.

”Prahara Kadipaten Blitar” menceritakan tentang perebutan kekuasaan, antara Adipati Nilaswarna dan Ki Ageng Sengguruh. Patih Ki Ageng Sengguruh bertindak licik mengelabui Adipati Nilaswarna untuk merebut kekuasaan, harta, dan perempuan. Setiap peralihan babak,  drama tari ini, diselingi dagelan (lawak) yang merepresentasikan drama panggung klasik pada umumnya.

Turut menyaksikan pergelaran ini, Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM, dan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM. Hadir juga Ketua Umum Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur, H. Sunarto, serta beberapa pejabat daerah terkait, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kota Blitar.

Berbeda dengan Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur sebelumnya, penyelenggaraan minggu ini ditandai dengan ‘Acara Jalan Sehat.’ Diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, antara lain jajaran pengurus dan anggota Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Suko, S.Pd (Ide Cerita), Anggriawan Fauzi (Penulis Cerita), Arnoldus Alfa Nanda (Sutradara), Aqueenes Forza (Asisten Sutradara), Sugiono (Penata Musik), Wika Alex (Penata Tari), Agustina Ekowati (Penata Kostum dan Penata Rias), Marjud (Penata Artistik & Property), Wahyudi (Penata Panggung), serta aktor, aktris panggung, puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Duta seni daerah dari Kabupaten Mojokerto ini, dibawah pembinaan Plt. Walikota Blitar, Samanhudi Anwar, SH, selaku Pelindung. Bertindak sebagai Penasehat, Drs. Hermansyah Permadi, M.Si, (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Blitar), Penanggung Jawab, Drs. Tri Imam Prasetyo, M.Si (Kepala Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Blitar), dan sebagai Pimpinan Produksi, Trias Kuntadi.

Para Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Di pekan berikutnya, Anjungan Jawa Timur akan menampilkan Parade Reyog Ponorogo (17/11/2019), serta ‘Gelar Bersama Tari Jawa Timuran’, bersama duta seni daerah dari Kabupaten Pasuruan (24/11/2019).

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA