6 Putera Terbaik Jawa Barat Mendapat Anugerah Budaya 2019

Seni & Budaya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:07 WIB

191010230906-6-put.jpg

ist

ENAM putra terbaik Jawa Barat mendapat Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Secara total ada 59 orang yang mendapat penghargaan tersebut. Namun dari enam putera terbaik Jawa Barat yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2019, sastrawan dari Tasikmalaya menolak menerima penghargaan.

"Ini sangat perlu karena ini adalah bagian sebuah penghargaan yang tinggi, sebuah kebanggaan yang tinggi kepada para budayawan yang telah berprestasi dan memberikan kontribusi dalam hidupnya secara keterbinaan dalam rangkaian membesarkan dan juga melakukan kesinambungan terhadap budaya Indonesia," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2019) malam.

Penyerahan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2019 rangkaian acara Pekan Kebudayaan Nasional 2019 diberikan kepada 59 orang penerima dalam 8 katagori. Yaitu katagori Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden RI diberikan kepada 13 orang, yang terdiri dari Bintang Mahaputera diberikan pada 2 orang, Bintang Budaya Parama Dharma 2 orang dan Satyalancana Kebudayaan 8 orang.

Selain itu juga diberikan penghargaan bagi Pencipta dan Pelopor untuk 10 orang, Pelestari (10 orang), Anak dan Remaja (5 orang), Maestro Seni Tradisi (5 orang), Pemerintah Daerah (5 orang), Komunitas (7 orang) dan untuk katagori Perorangan Asing sebanyak 4 orang. Dari 59 orang penerima penghargaan tersebut, Eka Kurniawan sastrawan untuk katagori Pelopor Pencipta Pembaharu, menolak untuk menerima penghargaan.

Sementara seniman dari Jabar yang menerima penghargaan adalah, Memed Cakra Gumelar (dalang wayang golek dari Sukabuimi untuk kategori Pelestari), Sujana Priya (seniman tari dan pengraji topeng Cirebon untuk kategori Pelestari). Warsad Darya (dalang wayang cepak Indramayu kategori Maestro Seni Tradisi), dan Muhammad Shabiq Husnie (dalang wayang golek cilik dari Garut untuk kategori Anak dan Remaja). Juga turut diberikan penghargaan Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar Banten Kidul untuk ategori Komunitas.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengungkapkan, para penerima anugerah mulai direncanakan sejak awal tahun. "Saya berterima kasih kepada mereka yang mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Proses seleksi dari Januari sampai kami dapat usulan calon penerima dan diseleksi tim ahli. Lalu didiskusikan ulang yang masuk sampai jadi sebuah keputusan," terangnya.

Melalui program apresiasi ini, menurut Hilmar, sebagai salah satu cara menginternalisasikan nilai budaya. Diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia.

Kepada para penerima anugerah selain mendapatkan piagam penghargaan dan trofi, juga mendapatkan hadiah uang senilai Rp 50 juta, pin emas 10 gram.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA