"Festival Bocah Dolanan" untuk Tanamkan Nilai Sosial Bagi Anak-anak

Seni & Budaya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:18 WIB

191010201920--fest.jpg

Tok Suwarto

Didik Bambang Wahyudi

NILAI-NILAI sosial yang terkandung dalam permainan anak tradisional Jawa, seperti Jamuran, Gobag Sodor, Jaranan, Soyang, Menthok-menthok dan semacamnya, ditanamkan kepada anak-anak di Kota Solo melalui jalur kesenian di sanggar-sanggar seni.

Salah satu upaya untuk merangsang para siswa di sanggar-sanggar seni agar menekuni permainan tradisional yang yang nyaris punah itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) Pemkot Solo menggelar "Festival Bocah Dolanan" setiap tahun yang pada 2019 ini merupakan ketiga kalinya.

"Di dalam permainan tradisional itu terdapat elemen-elemen yang bermanfaat untuk membangun jiwa sosial dan kreatifitas anak-anak. Kegiatan Festival Bocah Dolanan bukan semata-mata perlombaan, tetapi merupakan rangkaian kegiatan untuk mengembangkan nilai-nilai sosial sejak dini," ujar Didik Bambang Wahyudi, penanggungjawab "Festival Bocah Dolanan 2019" kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Dia mengungkapkan, rangkaian proses penanaman nilai-nilai sosial yang dipadukan dengan kegiatan seni tari, seni suara, teater dan lain-lain itu, dilaksanakan melalui workshop di sanggar-sanggar seni. Meskipun basis permainan anak-anak tetap tradisional, seperti Jamuran atau Soyang yang tidak akrab dengan anak-anak masa kini, para pelatih tari diminta berkreasi menciptakan kemasan bermuatan seni tari, tembang dan teater yang mencerminkan nilai-nilai sosial.

"Elemen nilai sosial yang bersentuhan dengan anak-anak, dikemas dengan koreografi, teatrikal, dialog, tembang dan sebagainya. Dengan cara itu kita mencoba membangun karakter anak yang berjiwa sosial," jelasnya.

Didik mengakui, di tengah arus budaya global yang berorientasi pada "economic minded", upaya membangun karakter melalui budaya lokal yang sarat pesan moral dan ajaran budi pekerti bukan hal mudah. Namun dia memandang pembinaan karakter dan pelestarian budaya melalui Festival Bocah Dolanan tetap akan ada dampak positifnya.

"Setidaknya, kegiatan ini akan dapat menjadikan generasi muda mengenal kembali nilai-nilai budaya lokal untuk menguatkan karakter mereka. Melalui permainan tradisional dengan kemasan kekinian, anak-anak di sanggar-sanggar seni ternyata mampu mengembangkan kreativitasnya. Di sini, para pelatih di sanggar-sanggar mengembangkan kreativitas anak-anak dan bukan semata-mata menurut selera pelatih," sambungnya.

Dalam "Festival Bocah Dolanan 2019" ini, sebanyak 20 sanggar tari ikut sebagai peserta. Kategori anak-anak peserta festival dibatasi maksimal berusia 12 tahun. Penilaian dalam festival terutama pada koreografi dan estetika yang mencerminkan nilai-nilai sosial di kalangan anak-anak.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA