Tari Santika Yudha Getarkan Penonton Istora Senayan

Seni & Budaya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:30 WIB

191010103153-tari-.jpg

TIM kesenian Jawa Barat kembali mendapat apresiasi penonton pada gelaran Temu Karya Taman Budaya, di Panggung Nusantara Utama, Istora Senayan Jakarta, Rabu (9/10/2019) malam. Gelaran Temu Karya Taman Budaya ini bagian dari rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia.

Malam itu, UPT Balai Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat menampilkan tarian kolosal "Santika Yudha" karya para seniman muda yang tergabung di sanggar seni Getar Pakuan, Kota Bogor, pimpinan Zen Djuansyah.

Tarian yang mengisahkan tentang keberanian Laskar Wanita yang berjuang untuk membela negara (Srikandi dalam dunia wayang). Dibalik gerakan tari yang terlihat lemah gemulai seorang wanita, ternyata mempunyai makna terpendam di dalamnya.

Kepiawaiannya memainkan senjata panah tidak diragukan lagi sehingga mendapat gelar “Santika Yudha”. Ini dikarenakan tidak ada musuh yang tersisa jika para Laskar wanita ini turun ke medan perang. Laskar wanita ini siap dan tidak gentar menghadapi berbagai pertempuran demi membela negaranya.

Para penonton yang hadir di Panggung Nusantara dengan suguhan tarian Santika Yudha. Diawali dengan gending overture yang seolah alam imaji penontonya dibawa ke bumi Parahyangan ratusan tahun lalu.

Berdasarkan catatan Kepala Seksi Atraksi Budaya UPT Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Iwan Gunawan, kolaborasi paduan laras degung dan salendro. Yang terkadang saling bertaut modulasi antara dua tangganada, sangat terasa terkadang hegar dan mendayu.

Di tengah pentas, 15 penari berparas cantik dengan mengenakan kostum berwarna merah menyala. Dengan asesoris kepala bermotifkan mahkota ratu. Sedang ditangan memegang gondewa yang siap memanah dan menghantam siapa saja yang menghalangi. Seolah menembus ruang Gedung Nusantara.

Koreografi yang apik mengalir terkadang terasa gagah bak perwira putri dan juga gemulai. Diselingi dangan koreo stakato. Simultan -sejajar mungkus- dan kontras antara koreo dengan rasa musik. Sangat luar biasa, karena musik pengiring yang dibawakan para nayaga sanggup seolah memberi nyawa kepada para  penarinya.


Lalu di bagian akhir ada daya kejut yang sangat luar biasa yang muncul pada bagian akhir penyajian. Dengan tiba tiba, sinar laser memancar bak anak panah yang membidik ke setiap arah.

Aksi ini kontan saja mendapat apresiasi berlebih dari para penonton. Mereka dibuat berdecak kagum dan terpesona dibuatnya. Pada adegan ending ditandai dengan diangkatnya satu penari. Dan pancaran laser ke arah langit. Tepuk tangan yang riuh mengema membuncah dalam gedung nusantara. Suitan dan triakan histerispun membahana.

"Gagasan atau konsep pergelaran dalam temu karya taman budaya se Indonesia yang disaturagakan dengan PKN. Kami sengaja menampilkan satu karya seni tari hasil kreativitas para seniman. Dengan mencoba untuk mengkolaborasi idiom-idiom seni tradisi," kata ujar Iwan Gunawan yang dimintai komentarnya soal tarian "Santika Yudha".

"Namun selanjutnya kami sajikan dalam balutan sentuhan artistik dan pengembangan baik koreografi dan musik dalam wanda kekinian. Hal tersebut dimaksudkan agar karya yang kami sodorkan tidak saja memenuhi kepentingan pementasan. Akan tetapi kami ingin karya tersebut dapat dinilai mejadi satu karya seni industri kreatif. Yang siap menembus pasar dan menjadi bagian dari kepariwisataan," imbuhnya.

Sehari sebelumnya tim kesenian Jawa Barat menampilkan 13 karya budaya  yang tekah ditetapkan sebagai Warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penampilan tim kesenian Jawa Barat tersebut dalam acara pekan kebudayaan nasional (PKN) 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Selasa (9/10/2019).

Penampilan tim kesenian asal Jawa Barat tersebut mendapat apresiasi semua undangan yang memenuhi Istora Senayan Jakarta. Pekan Kebudayaan Nasional merupakan ajang penghargaan pemerintah pada pelaku kesenian, budayawan, daerah peduli Kebudayaan serta lainnya untuk kemajuan Kebudayaan Indonesia yang beragam.

"Kesenian-kesenian tersebut ditampilkan secara medley dan diperkenalkan kepada tamu undangan agar mengetahui kesenian asal Jawa Barat," ungkap Kepala Seksi Atraksi Seni, UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat Iwan Gunawan mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik.

Seperti diketahui bersama, ada 13 karya budaya Jawa Barat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) Tahun 2019. Ke-13 karya budaya asal Jabar tersebut ditetapkan dalam sidang Penetapan WBTB Indonesia di Hotel Milenium Jkt, Agustus lalu.

Sedangkan ke-13 karya budaya  yang ditetapkan jadi WBTB yakni Badawang, Bajidoran, Blenderan, Benjang, Cingcowong, Domyak, Kawin Cai, Panjang Jimat Kasepuhan Cirebon, Reak Dogdog, Seren Taun Cigugur, Seren Taun Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi), Tari Trebang Randu Kintir dan Topeng Banjet.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA