SAU Bandung Akan Gelar Rawayan World Music Festival 2019

Seni & Budaya

Selasa, 17 September 2019 | 15:43 WIB

190917153806-sau-b.jpg

Kiki Kurnia

SEBUAH pertunjukan musik berkelas dunia bakal disajikan SAUNG Angklung Udjo (SAU) Bandung, Sabtu (21/9/2019).  Bertajuk Rawayan West Java World Music Festival (selanjutnya disebut dengan RAWAYAN) akan digelar dikebun Udjo, Kampung Jaringao, Cimenyan, Kabupaten Bandung atau 1,5 km dari SAU, Jln Padasuka Bandung. Event ini gratis untuk umum.

Dirut SAU Bandung, Taufik Hidayat Udjo mengatakan, Rawayan adalah kegiatan musik kolaboratif yang mengusung genre world music sebagai tema utama, digabungkan dengan atmosfer destinasi hijau nan asri sebagai salah satu citra dan magnet yang dimiliki oleh Bumi Parahyangan.

World music sendiri dapat diartikan secara umum sebagai genre yang sifatnya kolaboratif, punya nuansa “Timur” dan “Barat” sekaligus. Selain itu, world music juga umumnya mengusung ide kelokalan,  menampilkan gramatika musik rakyat (folk) yang ditampilkan di panggung modern, dalam format pertunjukan yang umum dan terbuka (tidak dalam konteks ritual atau tradisi).

"Musik dianalogikan sebagai lokomotif kereta api dan ekosistem pariwisata dianalogikan sebagai gerbong kereta api. Semua even itu kor Bisnisnya tetep pariwisata," katanya di SAU Bandung, Jln. Padasuka Bandung, Selasa (17/9/2019).

“Untuk hal semacam ini tentu tidaklah berlebihan apabila kegiatan RAWAYAN: West Java World Music Festival 2019 saya jadikan sebagai suatu representasi nilai sosio-kultural yang berbasis pada kaidah etik, estetik, dan pedagogik,” ungkap Taufik mengutip Jendral TNI (Purn) Agum Gumelar selaku penasehat Rawayan West Java World Musik Festival.

Sementara salah seorang panitia, Rudy menyebutkan, RAWAYAN memiliki arti sebagai jembatan penghubung yang berasal dari Bahasa urang Baduy (Sunda) . Dalam konteks festival musik ini,, lanjut dia, RAWAYAN ditafsirkan sebagai “Penghubung Budaya” sebagai arah perkembangan modern yang berbasis kultural seraya menanamkan nilai-nilai lingkungan hidup beserta kearifan lokal yang dimiliki tanah Sunda.

Menjembatani dan menghubungkan kearifan lokal yang ada di Jawa Barat khususnya budaya Sunda dengan dunia milenial dan dunia internasional adalah salah satu cara untuk mengembangkan ekosistem masyarakat dalam beberapa aspek. "Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam RAWAYAN ini kami  bermaksud untuk mengharmonikan hubungan kearifan lokal dengan dunia internasional agar terciptanya berita baik kepada dunia dan perkembangan ekosistem masyarakat khususnya masyarakat disekitar Kebon Udjo yang signifikan, " terangnya.

Sedangkan pengisi acara RAWAYAN: West Java World Music Festival 2019 Hannah Sanders & Ben Savage dari Inggris dan Yu Feng dari Taiwan, serta sejumlah artis dari Jawa Barat seperti Samba Sunda, Babendjo, West Java Syndicate, Mary Jane, Sisca Guzheng Harp, Rasakarsa, Mirna, Ega Robot & Ethnic Percussion, Nissan Fortz, Orkes Keroncong Jempol Jenthik, Budi Dalton & Orokaya, Sujali, Crossroads, Kartun Project NJP, serta juga dimeriahkan oleh keterlibatan siswa-siswi sekolah, seperti Angklung SMA 14 dan Angklung SMA Sumatera 40 Bandung.

"Sesuai dengan prinsip pendiri Saung Angklung Udjo “Keep the old one and create the new one” menjadi dasar bagi kami untuk melakukan kegiatan kolaborasi dalam bentuk Festival Musik Dunia, " tambahnya.

Sejumlah agenda akan digelar pada RAWAYAN West Java World Musik Festival, di antaranya Program Konservasi Kebon Udjo yang menjadi kawasan percontohan bagi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kepedulian lingkungan dan menciptakan keseimbangan sosial.

Kemudian Intimate Musik Concert, yakni sebuah pertunjukan musik yang menjadi inti dari acara ini adalah media untuk menjadi jembatan antara kearifan lokal dan dunia internasional, dengan adanya hubungan yang dijalin dalam pertunjukan musik ini.

Seni Instalasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada kami akan menyajikan seni intalasi bambu dimana bambu-bambu ini akan dirangkai dan disatukan sehingga membentuk suatu seni yang indah dan memiliki nilai. Lalu ada Pasar Rakyat dilaksanakan dengan berkerjasama dengan warga di sekitar Kebon Udjo.

"Tujuan kami untuk memperkenalkan makanan dan minuman tradisional dari Jawa Barat kepada dunia dan generasi millenial dan membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar dengan mengadakan Pasar Rakyat dalam festival ini," Tambahnya.

 Kemudian ada Pintonan Seni KolaborasiPintonan seni kolaborasi adalah pertunjukan panggung yang mempermainkan berbagai instrumen etnik daerah dari berbagai belahan nusantara dan dunia. Lalu ada Workshop Interaktif yang  memperlihatkan bagaimana keterampilan-keterampilan para ahli dalam membentuk
kreatifitasnya.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi semua pihak tentang bagaimana kekuatan kearifan lokal ditampilkan dalam prinsip-prinsip pengelolaan yang professional serta dapat terukur di mata dunia, " pungkasnya.




Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA