"Kirab 1001 Keris" Promosikan Pusaka Tradisional Warisan Budaya Dunia

Seni & Budaya

Minggu, 15 September 2019 | 22:16 WIB

190915221907--kira.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, memandu "Kirab 1001 Keris" yang diikuti para pimpinan OPD dan masyarakat Kota Solo

PUSAKA tradisional keris yang mendapat pengakuan lembaga UNESCO sebagai warisan budaya dunia, di bulan Muharam atau Suro yang disakralkan masyarakat Jawa untuk pertama kalinya dipromosikan melalui pagelaran "Kirab 1001 Keris". Sebanyak lebih dari 1000 bilah keris yang dibawa peserta kirab, diarak dari rumah dinas Wali Kota Solo "Lojj Gandrung" ke Museum Keris Nusantara di kompleks Stadion Sriwedari, Minggu (15/9/2019).

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, bersama Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Solo yang mengenakan busana adat Jawa Beskap Jangkep, memandu kirab dengan berjalan kaki. Di belakangnya, para peserta kirab dengan beragam busana membawa benda pusaka keris, tombak, cundrik dan lain-lain, mengikuti "Kirab 1001 Keris" tersebut lewat Jalan Kebangkitan Bangsa yang berakhir di halaman Museum Keris Nusantara.

Ketika melepas arak-arakan kirab, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, menjelaskan, keris merupakan peninggalan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan, Karya budaya bangsa tersebut, menunjukkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki peradaban tinggi dengan karya-karya besar.

"Melalui kegiatan Kirab 1001 Keris ini, kita promosikan keris yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Kita sebagai bangsa yang besar dengan peradaban tinggi, salah kalau tidak melestarikan warisan nenek moyang tersebut," katanya.

Dalam rangkaian kegiatan "Kirab 1001 Keris" tersebut, menurut Wali Kota Solo, juga digelar tatacara pembuatan keris di "besalen", pameran keris dan benda-benda pusaka tradisional di halaman Museum Keris Nusantara. Pameran pembuatan keris secara tradisional, katanya, bertujuan agar masyarakat mengetahui proses dan cara pembuatan keris sehingga memberikan apresiasi terhadap warisan budaya bangsa tersebut.

Di Museum Keris Nusantara sendiri, tersimpan beragam senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Koleksi museum yang berjumlah ratusan dan merupakan hibah dari masyarakat tersebut, selain sebagai obyek wisata juga menjadi sarana pendidikan dan penelitian di kalangan masyarakat dan akademisi.

Seusai gelar "Kirab 1001 Keris", sejumlah kolektor juga menghibahkan keris untuk koleksi museum. Selain itu, para kolektor keris yang tergabung dalam organisasi "Bawa Rasa Tosan Aji Surakarta" atau Bratasura, menggelar bursa keris dan lelang keris kolekai anggotanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA