Masyarakat Adat Gunung Tangkubanparahu Gelar Ruwatan Gunung Meski Tengah Erupsi

Seni & Budaya

Selasa, 10 September 2019 | 10:34 WIB

190910103942-masya.jpg

media indonesia

MESKI status Gunung Tangkuban Parahu masih di level waspada, masyarakat adat gunung Tangkubanparahu tetap menggelar acara Ruwatan Gunung. Biasanya ruwatan digelar di Kawah Ratu, kini acara Ruwatan Gunung yang rutin digelar setiap tanggal 10 Muharam tersebut digelar di Hutan Pinus, Kampung Adat Cikole Gamlok, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (10/9/2019) sejak pagi hingga siang hari.

Pemangku Adat Gunung Tangkubanperahu, Budi Raharja menyebutkan, acara Ruwatan Gunung merupakan acara rutin tahunan yang digelar masyarakat adat di kaki Gunung Tangubanparahu. Dalam acara ini, warga berkumpul dan berdoa dan bersyukur bersama kepada Tuhan atas segala rizki yang sudah dikaruniakan.

"Ini hanya mewujudkan saja rasa syukur dari masyarakat kepada yang Maha Kuasa karena telah diberi keselamatan dan rizki dari Gunung karena sebagian dari warga di sini adalah pedagang di Gunung Tangkubanparahu. Jadi intinya kalau di basa sunda itu kita teu nyuhungkeun wae tapi nganuhunkeun oge," ucap Budi yang dikutip saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa.

Pada acara Ruwatan Gunung tahun ini, kata Budi, warga tetap berharap keselamatan dilimpahkan Tuhan. Di luar acara Ruwatan Gunung, Budi meminta pengelola Taman Wisata Alam dan juga pemerintah untuk mengembalikan kondisi Tangkubanparahu menjadi lebih asri. Pasalnya kini, warga menilai kondisi Gunung Tangkubanparahu kurang asri.

"Masyarakat di sini mulai kekurangan air karena satu kemarau, terus di atas di sekitar kawah sudah banyak bangunan jadi air tidak bisa menyerap ke bawah. Jadi kami berharap ke pemangku kebijakan terutama menteri kehutanan yang punya kebijakan," tegasnya.

Budi menegaskan, di sekitaran Cikole memang banyak potensi wisata. Hanya, dirinya meminta pemerintah dan pengelola untuk terus menjaga keasrian lingkungan terutama hutan di sekitaran Cikole dan sekitarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA