Serda Asep Tajudin Hasan, Babinsa Peduli Kesenian Calung dan Dogdog

Seni & Budaya

Rabu, 4 September 2019 | 11:26 WIB

190904112818-serda.jpg

Dicky Mawardi

Serda Asep Tajudin Hasan

BUDAYA lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat semakin terkikis zaman. Kemajuan ilmu dan teknologi membuat masyarakat lebih tertarik dengan segala sesuatu yang modern.

Kondisi seperti itu, tak hanya terjadi di perkotaan tapi juga hingga ke pelosok desa. Seni budaya tradisional semakin tergerus zaman dan mulai ditinggalkan masyarakat.

"Apa yang terjadi saat ini harus bisa dicegah dari sekarang.  Sebab kalau dibiarkan, lama-lama seni budaya lokal bakal hilang," kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tamanjaya Serda Asep Tajudin Hasan di Gununghalu,  Rabu (4/9/2019).

Ia bersama aparat desa dan tokoh masyarakat tengah berjuang agar seni budaya kembali lestari.  Padahal di lingkungan masyarakat masih banyak yang memiliki jiwa seni namun sulit mencari tempat untuk mengekspresikannya.

"Di Tamanjaya banyak petani yang bisa main calung dan juga seni dogdog. Sayangnya mereka hanya mentas pada momen tahunan saja, seperti acara 17 Agustusan," kata Asep.

Mestinya, lanjut Asep, seni calung dan dogdog bakal sering mentas jika diundang untuk tampil di  acara hajatan,  seperti pernikahan dan sunatan. Bahkan juga bisa tampil pada  acara pemerintah.

"Tapi sekarang, orang lebih memilih kesenian modern atau organ tunggal sebagai acara hiburannya. Bagaimana bisa lestari jika kondisinya seperti ini," tuturnya.

Ia mengatakan, selaku  Babinsa sebagai  pembina masyarakat di desa merasa tergugah untuk ikut mendukung dan membina, memberikan semangat kepada  masyarakat untuk melestarikan kesenian lokal supaya tetap bertahan.

"Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikannya. Siapa lagi yang akan meneruskan kalau  tidak dibina, dilatih generasi penerusnya," ujarnya

Asep menambahkan, di sisi lain tujuan Babinsa ikut aktif melestarikan kesenian lokal, bertujuan untuk membina masyarakat desa binaan.  Supaya TNI lebih dekat dengan masyarakat.

"Saya juga bersama sejumlah paguron pencak silat tengah berjuang agar seni bela diri lokal ini bisa masuk ekstra kurikuler di sekolah. Saya yakin, jika semua kompak dan memiliki tekad sama upaya melestarikan budaya lokal bukan hanya sekedar wacana tapi jadi kenyataan," tutur Asep yang merupakan warga asli Gununghalu.

Upaya kerasnya melestarikan seni budaya lokal salah satunya, ialakukan dengan ikut pentas calung pada peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia lalu. Harapannya bisa menggugah masyarakat, khususnya generasi muda  agar tertarik pada seni budaya warisan leluhur bangsa ini.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA