Panggung SIPA Jadi Jembatan Persahabatan Antar-daerah dan Antar-negara

Seni & Budaya

Selasa, 3 September 2019 | 16:15 WIB

190903161607-pangg.jpg

Tok Suwarto

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Diparta Solo, Nunuk Mari Hastuti, didampingi Direktur SIPA Ira Kusumorasri dan beberapa penampil SIPA menjelaskan pagelaran SIPA ke-11 tahun 2019

KELOMPOK seniman tari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang tergabung dalam FierArt Dance Group, akan menyemarakkan panggung akbar seni pertunjukan bertajuk "Solo International Performing Art (SIPA) ke-11 di Kota Solo, pada 5-6 September 2019.

Dalam pertunjukan yang akan digelar di situs sejarah bangunan kuna bekas peninggalan kolonial Belanda, Banteng Vastenburg, FierArt Dance Group akan tampil bersama para seniman dari lima negara lain, yaitu Korea, Taiwan, Zelandia Baru, Jepang dan India.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Diparta) Kota Solo, Nunuk Mari Hastuti, menjelaskan kepada wartawan, Selasa (3/9/2019), pada pagelaran SIPA 2019 yang mengusung tema "Arts as a Social Action", secara khusus menampilkan seni pertunjukan yang beradaptasi dengan isu sosial. Melalui tema tersebut, SIPA membawa pesan tentang masalah lingkungan hidup yang menjadi isu global.

"Kita mencoba memvisualkan pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui seni pertunjukan. Karena masalah sampah menjadi isu global, kita mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

SIPA yang telah berusia lebih dari satu dasawarsa dan sampai saat ini dipentaskan 11 kali, melibatkan semakin banyak seniman domestik dan mancanegara. Hal itu menunjukkan, SIPA telah berkembang menjadi jembatan persahabatan antar-daerah dan antar-negara sekaligus sebagai wahana soft diplomacy.

"Seni di panggung SIPA untuk mempererat tali sosial dan persahabatan antar-negara," jelasnya.

Dia menambahkan, selama lebih sat dasawarsa panggung SIPA juga menjadi ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya yang mampu menembus batas wilayah, sosial dan ekonomi. Di panggung akbar pentas SIPA, bukan hanya dipertunjukkan seni tari tetapi juga musik, teater dan cabanb-cabang seni lainnya.

Di panggung seni pertunjukan SIPA ke-11 tahun 2019, kecuali kelompok seni tari FierArt Dance Group dari Bandung dan tuan rumah Solo, juga ada kelompok-kelompok seni tari, musik dan teater lain dari Jakarta, Medan, Riau, Palangkaraya, Aceh, Maluku dan lain-lain. Sedangkan Korean Cultural Center secara khusus menggelar aneka kebudayaan Korea dan aneka ragam kuliner tradisional.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA