Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Lewat Lukisan

Seni & Budaya

Senin, 19 Agustus 2019 | 16:02 WIB

190819160317-tumbu.jpg

Irwina Istiqomah

UNTUK mendorong generasi penerus untuk semakin peduli terhadap lingkungan, Kao Indonesia menyelenggarakan pameran Lukisan Anak Indonesia "Bersama Ayo Ramah Lingkungan" di Saung Angklung Udjo, Senin (19/8/2019). Pameran lukisan ini berlangsung dari tanggal 19-25 Agustus 2019.

Tahun 2018 lalu, Indonesia mengirimkan 4.379 lukisan atau 35 persen dari total 12.563 lukisan seluruh dunia yang diterima Kao Global di Jepang. Dua anak Indonesia berhasil menjadi pemenang dalam kategori "Kao Prize" dan menerima penghargaan langsung di Tokyo.

Pjs Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat mengatakan, pihaknya menyambut baik insiatif yang dilakukan oleh Kao Indonesia untuk berkontribusi terhadap linkungan melalui pendekatan yang berbeda. Ia menyebut, gerakan Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan) yang ditujukan untuk seluruh masyarakat Kota Bandung terkait pengelolaan sampah.

"Isu sampah dan lingkungan adalah masalah bersama dan butuh berbagai pihak dan secara bersama-sama serta berkelanjutan harus melakukan kegiatan promosi demi kepentingan bersama," katanya.

Pendiri Sanggar Seni Ananda Visual Art School, Yanty Hardi Saputra menilai, perilaku ramah lingkungan harus sudah diinternalisasikan untuk generasi penerus mulai anak-anak. Apalagi, di tengah isu global tentang lingkungan yang terjadi saat ini.

"Peran kami sebagai tenaga pengajar di bidang seni tidak hanya mengajarkan teknis menggambar dan mengasah kemampuan anak saja, tetapi juga memberitahu nilai-nilai menjaga dan peduli lingkungan melalui pengajaran yang kami berikan," tuturnya.

Sementara itu, menurut Senior Manager Corporate Communications Kao Indonesia, Johny Lay, antusiasme anak-anak Indonesia mengikuti lomba melukis setiap tahunnya sejak 2010 sangat besar. Adanya kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak lebih banyak orang untuk memulai dan terus peduli lingkungan dari pesan yang disampaikan anak-anak melalui lukisan.

"Ini salah satu wujud komitmen dan kontribusi kami untuk lingkungan yang lebih baik dengan mengajak anak-anak usia 6-15 tahun membuat lukisan yang menggambarkan langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari. Mereka menuliskan mimpi dan harapan demi kebaikan lingkungan," terangnya.

Johny mengatakan, anak-anak merupakan bagian dari agen perubahan dan kunci masa depan untuk bumi yang lebih baik. "Saat ini lomba melukis Lingkugan Kao International ke-10 untuk anak-anak sudah dibuka dan waktu penerimaan lukisan diperpanjng hingga 30 Agustus 2019," katanya.

Lebih lanjut, di tengah permasalahan pemanasan global, sampah, dan masalah lingkungan lainnya, keinginan konsumen juga berubah yang mulai menginginkan hidup yanh lebih berkesinambungan.

"Makanya, kami membentuk divisi Environment, Social, and Governance (ESG) untuk membuat strategi dalam memenuhi keinginan konsumen melaluo produk, inovasi, dan teknologi," ujarnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA