Mengenalkan Sejarah Melalui Seni Tari

Seni & Budaya

Senin, 17 Juni 2019 | 18:20 WIB

190617182216-menge.jpg

Hj. Eli Siti Wasliah

MENGENALKAN sejarah kepada generasi milenial bisa dilakukan dengan berbagai cara. salah satunya dengan pagelaran tari. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Seni Tari Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Terlebih, pagelaran tari dengan tema "Purnamasari Silalatu Pajajaran" ini merupakan aplikasi perkuliahan mahasiswa angkatan tahun 2016. Mahasiswa yang terlibat dalam pagelaran yang dilaksanakan di Dago Tea House Jalan Ir. H. Juanda Kota Bandung pada Senin (17/6/2019) ini sekitar 250 orang.

Dosen Pembimbing Seni Tari UPI, Ayo Sunaryo, persiapan pagelaran ini dilakukan selama 3 bulan. Tema yang diusung selama tiga tahun ini adalah sejarah.

"Mengapa temanya sejarah, karena untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. Sudah tiga tahun ini kita memang mengusung tema tentang Kerajaan Pajajaran , tapi isu yang diangkat beda-beda. Sejarah Kerajaan Pajajaran memang banyak banget yang perlu digali," ungkap Ayo.

Dikatakan, sejarah itu banyak nilai muatan lokal yang harus dipahami oleh para generasi muda. Nilai yang terkandung di dalam sejarah itu, masih banyak yang relevan diterapkan pada saat ini.  

Tema sejarah yang diusung, katanya lebih kepada legenda dengan folklore-folklore Sunda, seperti Sangkuriang dan Perang Bubat.

"Sebenarnya pengejawantahan dari materi perkuliahan bisa dilakukan dengan pementasan dan pameran. Namun, kita lebih cenderung ke pementasan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pemeran dalam pagelaran "Purnamasari, Silalatu Pajajaran", Nur Fachmi mengatakan ia sangat antusias dengan pementasan ini. Meskipun tantangannya cukup berat, karena harus bisa memainkan karakter yang berbeda-beda.

"Saya sebagai purnamasari. Ia seorang ratu. Jadi bagaimana karakter yang dimainkan saat perang, saat komunikasi dengan anak, dengan suami, dan ketika marah. Tapi, alhamdulillah semuanya bisa dilaksanakan dengan baik," katanya.

Dengan pementasan ini, diakuinya, ia menjadi ketagihan untuk memainkan seni peran sekaligus tari. Ia pun setuju dengan pengusungan tema sejarah dalam pementasan tersebut.

Sebab, katanya, hingga saat ini masih banyak generasi muda yang belum mengetahui sejarah. Diharapkan melalui seni tari ini, sejarah bisa dipahami oleh para generasi milenial.

Kepala Humas UPI, Yuliawan Kasmahidayat menambahkan, pementasan seni ini rencananya akan dijadikan agenda tahunan. "Ini event tahunan, jadi akan kita jadikan agenda rutin dan agenda unggulan. Ke depan kita bisa menjualnya kepada masyarakat umum," ungkapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR