Pagelaran Gamelan Sarioneng Parakansalak Pukau Penonton

Seni & Budaya

Minggu, 12 Mei 2019 | 18:51 WIB

190512175437-pagel.jpg

PAGELARAN Gamelan Sarioneng Parakansalak, yang tampil diacara "Impressions Universelles" memukau seribu penonton yang berasal dari berbagai negara, yang memenuhi Aula Simfony Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).

Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintahan Kab.Sumedang dengan Kedutaan Prancis, di Jakarta.

Hadir pada acara tersebut, Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang H.Erwan Setiawan, Ketua DPRD Kab.Sumedang Yadi Mulyadi, Sekda Sumedang H.Herman Suryatman serta beberapa pejabat lainnya yang datang besertra istri.

Selama acara berlangsung, ribuan sorot mata dengan hening tertuju pada panggung pentas pagelaran Gamelan Sarioneng Parakansalak, yang dimainkan dengan musik Debussy disertai dengan tarian tradisional Jawa, yang melibatkan Sanggar Tari Darma Giri Budaya, Wonogiri.

"Kolaborasi yang memadukan Gamelan Sarioneng Parakansalak dengan musik Debusi serta pelibatan penari dari Sanggar Tari Darma Giri Budaya ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia. Sehingga    kita patut berbangga. Apalagi dari 1000 lembar tiket  yang disediakan penyelenggara, ludes terjual jauh hari sebelum hari H," kata Bupati Sumedang.

Lebih dari itu, sambung Dony, kegiatan ini menjadi acara bergengsi, yang mengedepankan hubungan bersejarah yang berkesinambungan antara Indonesia-Prancis, dan dalam sekup yang lebih kecilnya lagi antara Pemerintahan Kab.Sumedang dengan Kedutaan Prancis di Jakarta.

Dimana pada sekitar Tahun 1889 Gamelan Sarioneng Parakansalak sudah dipentaskan di Prancis.
"Dari kegiatan ini, tentunya kerja sama yang terjalin dengan Negara Prancis ini tidak terhenti pada seni dan budaya saja, akan tetapi bisa ditingkatkan dibidang ekonomi dan investasi. Sehingga dari hubungan kerjasama ini, pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang," ujarnya.

Berdasarkan catatan sejarah, Gamelan Sarioneng Parakansalak sempat   dibawa sampai ke Amsterdam, Belanda pada Tahun 1883. Setelah itu, dibawa dan dimainkan pada pameran dunia di  Paris Prancis pada tahun 1889. Selanjutnya, dibawa kembali ke Chicago pada tahun 1893 untuk dimainkan di berbagai kesempatan pameran dunia.

"Sekarang  gamelan tersebut, tersimpan apik  di Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang. Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumedang, gamelan tersebut bisa pentas diacara bertaraf internasional," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA