Emha dan Kiai Kanjeng akan Tampil di Festival Hadrah ke-10 Kota Solo

Seni & Budaya

Kamis, 18 April 2019 | 22:10 WIB

190418221529-emha-.jpg

Tok Suwarto

Kepala Disbud Pemkot Solo, Kinkin Sultanul Hakim, menjelaskan pagelaran Festival Hadrah yang tahun 2019 ini menginjak tahun ke-10

TRADISI peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan Pemkot Solo dengan Festival Hadrah dan menjadi agenda tahunan, pada 2019 ini akan kembali digelar selama dua hari pada 20 dan 21 April 2019. Dalam Festival Hadrah yang tahun ini menginjak satu dasawarsa, secara khusus akan dirangkai dengan berbagai kegiatan khususnya tabligh akbar dengan pembicara budayawan Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musiknya Gamelan Kiai Kanjeng.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Pemkot Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengungkapkan kapada wartawan, Kamis (18/4/2019), Festival Hadrah 2019 mengusung tema "Cinta Sholawat, Cinta Indonesia". Pihaknya menampilkan pembicara Emha Ainun Nadjib, karena budayawan tersebut netral dengan materi ceramah yang memberi pencerahan.

"Dari sisi agama, Emha memberikan pencerahan dan manfaat yang dapat diaplikasikan di masyarakat. Misalnya tentang toleransi yang sering menimbulkan masalah," katanya.

Puncak acara Festival Hadrah 2019 berupa Kirab Hadrah melintas Jl. Slamet Riyadi menggunakan mobil hias, akan diikuti lebih 100 peserta dari Kota Solo maupun dari daerah lain di wilayah Surakarta. Selain peserta kelompok-kelompok hadrah dari 51 kelurahan di Kota Solo, juga akan tampil kelompok hadrah di masyarakat, termasuk kelompok hadrah Polri dari Polresta maupun Polres se wilayah Surakarta.

Di samping kegiatan utama tersebut, Disbud Pemkot Solo juga menggelar lomba hadrah yang diikuti kelompok hadrah kelurahan yang sejak beberapa tahun lalu mendapatkan bantuan satu set instrumen musik hadrah. Bersamaan dengan lomba di Pendhapi Gede Balaikota Solo tersebut, juga digelar Festival Kuliner Halal dan Sajian Seni Islami dari grup akustik "El One".

"Festival Kuliner Halal tersebut bertujuan untuk mendukung pariwisata halal yang kini sedang menjadi tren dunia. Kuliner halal tersebut ada persyaratannya, terutama harus ada sertifikat halal," jelasnya.

Kinkin menambahkan, Festival Hadrah yang menginjak tahun ke-10 akan terus digelar sebagai media syiar Islam, yang sasarannya adalah Ukhuwah Islamiah, memelihara tradisi dan kerukunan antar elemen masyarakat Surakarta. Dia mengakui, seni hadrah memang bukan asli Indonesia, tetapi sudah menjadi kesenian rakyat sehingga pihaknya memandang perlu festival tersebut untuk menggali potensi dan kreativitas, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR