Situs Batu Kendit: Lokasi Pertemuan Dewi Samboja dengan Utusan Kerajaan Galuh Pangauban

Seni & Budaya

Selasa, 16 April 2019 | 14:28 WIB

190416142937-situs.jpg

Muslih Jerry/KP

Bentuk situs Batu Kendit yang berada di Blok Paliken Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang yang merupakan bukti sejarah peninggalan jaman nenek moyang terdahulu.

WILAYAH Kabupaten Pangandaran memang banyak menyimpan sejarah peninggalan nenek moyang terdahulu. Salah satunya Situs Batu Kendit yang berada di Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang.

Batu ini diyakini merupakan tempat bertemunya Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban yang saat itu di pimpin oleh Prabu Haur Koneng.

Warga setempat Eeng (40) menuturkan, berdasarkan cerita dari orang tuanya,  konon kala itu Dewi Samboja hendak menuju Kerajaan Galuh Pangauban untuk menemui orang tua Raden Anggalarang. Namun, lantaran harus melewati Kerajaan Kawasen yang merupakan salah satu kerajaan di bawah kekuasaan Mataram, akhirnya dia enggan untuk lewat.

Dewi Samboja memilih untuk bermukim di Blok Paliken dan menunggu kedatangan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban. Saat menunggu, Dewi Samboja selalu merasa ketakutan dan curiga kepada setiap orang yang bertemu dengannya. Ia selalu menyangka mata-mata dari Suraboma atau Bajo.

"Akhirnya, Dewi Samboja bertemu dengan salah satu utusan Kerajaan Galuh Pangauban. Saat pertama kali bertemu, Dewi Samboja tidak langsung percaya," ungkapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Agar yakin bahwa yang datang itu utusan Kerajaan Galuh Pangauban, Dewi Samboja menancapkan sebatang lidi di tanah dan menyuruh untuk mencabutnya. Utusan itu langsung mencabut lidi yang ditancapkan Dewi Samboja. Setelah dicabut, ternyata lidi itu memiliki akar berupa batu.

Batu yang keluar dari lidi itu oleh masyarakat dinamakan Blok Batu Paliken yang lokasinya sekitar 20 meter dari Situs Batu Kendit.

"Sejak pertemuan itu, Dewi Samboja dengan utusan dari  Kerajaan Galuh Pangauban menetap hingga berbulan-bulan sambil menyusun strategi pembalasan atas kematian Raden Anggalarang oleh Suraboma atau Bajo," katanya.

Begitu juga cerita yang dia ketahui, saat Dewi Samboja dan utusan Kerajaan Galuh Pangauban menetap di Blok Batu Paliken, mereka berpikir untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bermukim. Utusan Kerajaan Galuh Pangauban akhirnya berpikir harus ada tempat penyimpanan padi. Akhirnya batu Situs Batu Kendit itu ditiru menjadi sebuah bangunan yang dibuatnya menggunakan kayu.

"Bangunan yang dibuat oleh utusan Kerajaan Galuh Pangauban hingga sekarang diikuti oleh masyarakat sebagai tempat penyimpanan padi yang dinamakan leuit atau lumbung padi," tambahnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR