Atasi Kelangkaan Gas 3 kg, Hiswana Migas Garut Siapkan 150 Pangkalan Siaga

Ramadan

Rabu, 22 Mei 2019 | 18:38 WIB

190522182924-atasi.jpg

GUNA mengantisipasi kelangkaan Gas 3 Kg di Kabupaten Garut, saat Ramadan dan Idulfitri, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Garut bekerjasama dengan Pertamina MOR III, menyiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi kelangkaan. Selain menambah pasokan tambahan (Fakultatif) sebanyak 314.000 tabung Lpg 3 Kg, disiapkan pula sebanyak 150 pangkalan siaga, 30 agen LPG PSO, 5 agen LPG NPSO siaga.

"Kita bekerjasama dengan Pertmina MOR III, dengan menyiapkan 150 pangkalan siaga, untuk mengantisipasi kelangkaan LPG 3 KG, selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2019," ujar Humas Hiswanamigas Garut, Evi Alvian Hartaz, Rabu (22/5/2019).

Dikatakan Evi, sebelumnya pasokan gas subsidi untuk Kabupaten Garut sebanyak 1.300.000 tabung setiap bulannya, kemudian pada ramadan dan hari raya idulfitri mendapatkan tambahan sebanyak 314.000 tabung. Hal ini, untuk mengimbangi lebih banyaknya pemakaian gas LPG 3 Kg selama ramadan.

"Dengan adanya tamnbahan sebanyak 314.000 dan adanya pangkalan siaga, stok gas LPG 3 Kg di Kabupaten Garut cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Evi menjelaskan, untuk 150 pangkalan siaga ditempatkan di beberapa daerah yang memang dianggap rawan terjadi kelangkaan terutama di wilayah Garut Selatan yang daerahnya sangat sulit untuk dijangkau.

"Kita akan tempatkan 150 pangkalan siaga ditempat yang memang dianggap rawan terjadi kelangkaan," ucapnya.

Diakuinya, pihaknya menjamin selama ramadan dan idulfitri di Kabupaten Garut, tidak terjadi kelangkaan pasokan gas LPG 3 KG, termasuk menjamin harga jual yang masih bisa terjangkau.

"Kami meminta pada masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau harga jual dari setiap pangkalan. Yang mana setiap pangkalan harus menjual tidak boleh lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET)," tandasnya.

Selain mengatisipasi terjadinya kelangkaan, Hiswana Migas Kabupaten Garut, akan menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memantau harga di pasaran. "Kita akan menerjunkan Stgas khusus untuk memantau harga jual dari setiap pangkalan. Kami meminta laporkan jika ada pangkalan yang menjual lebih dari HET," tegasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR