Minggu Kedua Ramadan, Harga Cabai Gendot Masih Tinggi

Ramadan

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:51 WIB

190516215250-mingg.jpg

Agus Somantri

Memasuki dua pekan Ramadan, harga cabai gendot di Pasar Guntur Ciawitali Garut masih tetap tinggi.

MEMASUKI minggu kedua bulan Ramadan, hampir semua jenis kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Guntur Ciawitali Garut harganya berangsur turun. Bahkan untuk bawang putih, harganya mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 50 persen. Dari sebelumnya Rp 70 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Namun begitu, ada satu jenis sayuran yang hingga kini harganya masih tetap tinggi dan terus bertahan, yaitu cabe gendot. Sejak awal, harga cabai gendot masih terbilang stabil dan tidak terpengaruh jenis komoditas lainnya yang harganya terus berangsur turun.

Rinda Rabanda (28), salah seorang distributor sayuran dan bumbu dapur di Pasar Guntur Ciawitali Garut menyebutkan, sejak awal hingga kini harga cabai gendot masih terbilang stabil yakni berada di kisaran Rp 24 ribu per kilogram. Meskipun harga cabe jenis lainnya mengalami penurunan, namun harga cabe gendot tetap tak bergeming.

"Saat ini hampir semua jenis cabe-cabean, mulai cabe kriting, cabe merah gepeng, hingga cabe inul, harganya anjlok bahkan ada yang turun hingga 50 persen. Hanya cabai gendot yang tetap bertahan masih dikisaran Rp 24 ribu per kilogram," ujarnya di Pasar Guntur Ciawitali Garut, Kamis (16/5/2019).

Kendati begitu Rinda menyebutkan, biasanya harga semua jenis cabai dan juga sayuran serta bumbu dapur akan kembali naik saat mendekati Lebaran. Kenaikan harga ini dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumen. Ia menyebut, kondisi seperti ini bukan hanya akan terjadi pada jenis sayuran dan bumbu dapur saja, tapi juga kebutuhan pokok lainnya.

"Memang di pertengahan Ramadan biasanya harganya turun dulu. Tapi seperti yang sudah-sudah harganya akan naik kembali saat mendekati Lebaran. Mungkin karena banyak permintaan," ucapnya.


Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR