Kapolres Bandung Survei Jalur Alternatif Kamojang

Ramadan

Minggu, 12 Mei 2019 | 19:33 WIB

190512190421-kapol.jpg

Engkos Kosasih

JAJARAN Polres Bandung melaksanakan survei jalur alternatif Majalaya-Ibun-Samarang-Garut, untuk kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019, Minggu (12/5/2019).

Survei jalur alternatif itu langsung dipimpin Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan didampingi Kasat Lantas Polres Bandung AKP Hasby Ristama dan Kapolsek Ibun Iptu Carsono. Sebelumnya, Kapolres Bandung memantau jalur alternatif Tol Buahbatu Km 142.

Indra Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil survei tersebut, pihaknya menemukan pasar tumpah di Alun-alun Ciparay. "Masyarakat berjualan di pinggir jalan sehingga menghambat kendaran," kata Indra kepada wartawan, Minggu.

Ia menemukan tempat mangkal delman di Majalaya deket Pasar Majalaya cukup menghambat arus kendaraan. Kapolres juga berharap, di daerah tanjakan Ibun harus dipasang rambu-rambu informsi. Mengingat kondisi jalur sangat terjal dan curam, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

"Jembatan kuning tempat masyarakat berkumpul dan  dokumentasi akan ditertibkan," katanya.
 
Kapolres akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung untuk menambah penerangan di tempat curam dan pembatas jalan agar tidak jatuh ke jurang.

"Petugas tidak merekomendasikan kendaraan besar baik bus maupun truk untuk melintas, dan tetap meminta masyarakat gunakan jalur nasional. Karena tanjakan terjal dan curam saat turunan," ungkapnya.
 
Setelah pengecekan jalur Majalaya-Ibun Kamojang, Kapolres melaksanakan pengecekan perkembangan perbaikan Pos Cikaledong yang akan menjadi pos pelayanan pengamanan arus mudik/balik Lebaran 2019.

Sebelumnya, Kapolres Bandung beserta Kasat Lantas Polres Bandung AKP Hasby Ristama melakukan pengecekan kesiapan jalur mudik Lebaran 2019 di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung. Yaitu, pengecekan dilakukan pada jalur alternatif Bandung- Garut. Pengecekan dimulai dari Tol Cileunyi kilometer 148. Di kilometer tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas jika ruas jalan Tol Cileunyi tidak mampu menampung kendaraan maka petugas akan membuka jalan keluar pada kilometer 148.

Selanjutnya, setelah keluar pada kilometer 148 Tol Cileunyi, kendaraan para pemudik akan mengarah ke perempatan Gede Bage Bandung. Melalui jalur tersebut para pemudik bisa mengarah ke Kota Bandung, Sumedang, maupun Garut dan Tasik. Namun untuk yang hendak menuju Garut dan Tasik diharapkan dapat mengambil jalur Sapan-Majalaya-Cijapati yang akan langsung mengarah ke Kadungora Garut.

Untuk memastikan para pemudik mengetahui jalur alternatif ini, Polres Bandung akan memasang plang rute alternatif di setiap persimpangan.

"Kita akan memasang plang rute jalur alternatif di setiap persimpangan di mulai dari kilometer 148 Tol Cileunyi, dan di setiap persimpangan yang melalui jalur Majalaya, Cijapati hingga Kadungora Garut," kata Indra Hermawan di sela-sela pemantauannya.

Berdasarkan hasil pantauan, imbuh Indra, jalur alternatif menuju Garut dan Tasik yang melalui jalur Gede Bage, Sapan, Majalaya, Cijapati hingga ke Kadungora Garut terpantau memiliki jalur yang cukup aman. Ia mengatakan, hampir keseluruhan jalan mulus tidak bergelombang dan tidak ada jalan bolong, bahkan bus dan truk juga bisa melalui jalur tersebut.

"Kami himbau kepada para pemudik, jika jalur utama sudah tidak bisa menampung kendaraan, lebih baik menggunakan jalur alternatif ini (Gede Bage - Majalaya - Cijapati - Kadungora Garut)," katanya.

Selain melakukan pengecekan jalur dan plang rute jalur, Kapolres Bandung juga melakukan pengecekan Pos Lalu Lintas yang sedang disiapkan untuk pusat bantuan para pemudik di simpang Cikaledong.

"Insyaallah dalam beberapa hari kedepan Pos Lalu lintas ini sudah siap untuk dioperasikan," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR