Anda Suka Berendam di Air Es Seperti Lady Gaga? Ini Dia Manfaatnya

Ragam

Senin, 21 Oktober 2019 | 08:17 WIB

191021081946-anda-.png

PENYANYI internasional Lady Gaga ternyata memunyai rutinitas untuk mandi air es setelah selesai konser. Ia akan berendam selama lima hingga 10 menit di dalam bath tub berisi air dan es.

"Rutinitas setelah konser: mandi es selama 5-10 menit, mandi air panas selama 20 menit, lalu pakai compression suit berisi es selama 20 menit," tulis Lady Gaga pada unggahannya, pada Jumat (18/10/2019) lalu.

Bagi beberapa orang yang tidak terbiasa dengan rutinitas Lady Gaga ini mungkin akan bertanya-tanya, 'apa tidak sakit?'.

Nyatanya, sebagian orang percaya ini adalah cara termudah dan tercepat untuk menenangkan otot yang sakit setelah olahraga berat.

Melansir Healthline, mandi es disebut juga dengan cryotherapy dan sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Terapi ini dipercaya dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan pemulihan dengan mengubah cara darah dan cairan lain mengalir di seluruh tubuh. Ketika berendam pembuluh darah akan mengerut, sedangkan setelah keluar dari bak mandi pembuluh darah akan melebar.

"Proses ini membantu membuang sisa metabolisme setelah olahraga," Nick Clayton, CSCS, manajer program untuk National Strength and Conditioning Association kepada Mens Health.

Namun menurut A. Brion Gardner, ahli bedah ortopedi dari The Centers for Advances Orthopaedics, tidak semua hal itu benar.

"Studi ini tidak membuktikan 100% bahwa tidak ada manfaat dari mandi es. Ini menunjukkan manfaat yang diyakini sebelumnya, yaitu pulih lebih cepat, mengurangi rasa sakit di otot dan jaringan belum tentu benar," kata Gardner.

Selai manfaat, penelitian dari University of Portsmouth mengungkapkan ada kemungkinan praktik ini mengancam kesehatan.

"Risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat perendaman air dingin termasuk hiperventilasi yang menyebabkan alkalosis metabolik dan, dalam kasus yang jarang terjadi, penurunan kesadaran," kata penulis studi, Jo Corbett kepada CNN.

Tidak hanya itu, Corbett juga menyoroti adanya pengurangan aliran darah arteri serebral, yang pada suhu air sangat dingin dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Kondisi ini ditandai dengan rasa kantuk, penglihatan kabur dan hilangnya respons.

Risiko kesehatan lain yang mungkin terjadi akibat mandi es, menurut Dr Corbett, termasuk takikardia (detak jantung cepat), aritmia (detak jantung abnormal), syok alergi dan anafilaksis.

Clayton juga menyarankan, orang dengan tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular harus memeriksakan dirinya ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan praktik ini.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA