Rapi dan Cantik, Wakili Kaisar Jepang Kunjungi Austria Poni Putri Kako Curi Perhatian

Ragam

Selasa, 17 September 2019 | 11:11 WIB

190917111053-wakil.jpg

dailymail

Dari sekian anggota monarki yang saat ini berkuasa, sepertinya tak ada yang jarang-jarang tampil  seperti para anggota kerajaan Jepang. Tak mengherankan jika kemunculan mereka selalu mengundang perhatian. Salah satunya saat Putri Kako bertemu dengan Presiden Austria, Alexander Van der Bellen dalam kunjungan resmi kenegaraan kemarin.

Dikutip dari DailyMail, Selasa (17/9/2019) Kako yang tak lain keponakan Kaisar Jepang  memilih kimono saat bertemu Van der Bellen. Kunjungan putri berusia 24 tahun itu menandai 150 tahun hubungan diplomatik antara Negeri Sakura dan Austria. Selain kimono ada hal lain yang menarik dari penampilan Kako kali ini. Apa itu?

Pilih berkimono.

The bang though..

Poni tercantik.

Rupanya ada juga netizen yang dibuat “takjub” dengan poni Kiko yang terlihat fresh dengan kimono cerah bernuansa salem. Jika kebanyakan poni diabiarkan jatuh di dahi dengan alami, tidak demikian dengan poni Putri Kako. Poni anak perempuan kedua Pangeran Fumihito itu tampak rangat rapi dengan presisi lengkungan sempurna. Tentunya hasil blow stylist khusus. ]

Tak itu saja, Kako yang tiba di Jerman Minggu malam sebelum menuju Austria juga terlihat banyak menebar senyum hingga jauh dari kesan tertutup anggota Tahta Krisantemum lainnya. Selain mengunjungi Palais Augarten, Kako pun menyempatkan diri menyaksikan konser  Vienna Boys' Choir. Termasuk dalam turnya kali ini adalah pertemuan dengan Presiden Budapest, Janos Ader.

Kunjungan resmi.

Kako yang luwes memutuskan aktif sebagai wakil kerajaan.

Lulusan psikologi dan peminat seni.

Pembawaan Kako yang luwes sepertinya menjadi konsekuensi pilihannya menjadi utusan resmi kerajaan, tak seperti kakaknya Putri Mako yang memutuskan menjadi warga biasa. Kako mengumumkan akan mengambil tugas kerajaan penuh  setelah lulus dari Universitas Kristen Internasional Tokyo dengan gelar di bidang psikologi.

Musim panas lalu, Kako juga mengikuti program pertukaran siswa di Universitas Leeds Inggris. Ia tercatat mendalami seni pertunjukan selain psikologi. Kako juga menuntaskan studi di bidang industri kinerja dan budaya, termasuk desain kinerja dan manajemen panggung dengan hasil yang mendapat pujian.

Editor: Mia Fahrani



  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA