Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendapat Titipan Salam?

Ragam

Selasa, 17 September 2019 | 04:31 WIB

190916223826-apa-y.jpg

Net

NABI Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebarkan salam (perdamaian) kepada orang yang kau kenal dan yang tak kau kenal."

Dalam hadis lain, Seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, “Islam terbaik itu yang bagaimana?” Nabi mengatakan, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”

Redaksi ucapan salam paling singkat adalah "assalamu ‘alaikum", sedangkan yang lebih baik adalah "assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh“. Artinya, “kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan Allah semoga terlimpah kepadamu.”

Para ulama mengatakan, mengucapkan "assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh" adalah sunnah, sangat dianjurkan sekaligus memperoleh pahala. Dan menjawabnya adalah wajib.

Betapa pentingnya ajaran perdamaian Islam itu sehingga ia menjadi bagian dalam ibadah salat. Mengucapkan salam untuk mengakhiri salat adalah wajib. Jika dia tidak membacanya, maka dia harus mengulangi salatnya.

Usai salat Nabi menganjurkan membaca doa salam,

Allahumma antas-salam wa minkas-salam wa ilaika ya’udus-salam fa hayyina rabbana bis-salam wa adkhilnal-jannata daras-salam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal-jalali wal-ikram.

"Ya Allah, Engkau sumber kedamaian, dari-Mu-lah datangnya kedamaian dan kepada-Mu kembalinya kedamaian. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan, dalam keadaan damai dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri damai. Engkau Maha Pemberi Anugerah. Engkau Yang Maha Tinggi, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kehormatan."

Makna salam atau damai tidak sekadar tiadanya konflik, tetapi lebih dari itu adalah terciptanya kenyamanan dan kehangatan dalam persahabatan.

Jadi, salam adalah rasa aman dan cinta. Mengucapkan salam saat bertemu orang semestinya tidak sekadar disampaikan sebagai tradisi basa-basi pergaulan (mujamalah), melainkan juga menginternalisasi ke dalam diri dan menjadi bagian cara hidup.

Lalu bagaimana jika kita mendapatkan titipan salam dari seseorang. Misalnya, seseorang teman kerja bertemu dengan saudara kita, kemudian saudara kita itu menitipkan salam.

Dalam kitab Fath Al-Bari, Ibnu Hajar mengungkapkan, “Dia disunnahkan untuk menjawab salam kepada pembawa salam.”

Dalam kitab Zad Al-Ma’ad, Ibnul Qayyim mengatakan, “Di antara petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah: Bila seseorang mendapatkan kiriman salam dari orang lain yang dititipkan kepada seseorang, maka dia harus membalas salam kepada pengirim dan pembawa salam tersebut.”

Sebagaimana juga bab hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad dan An-Nasa’i dalam kitab Al-Kubra dalam bab Ma Yaqulu Idza Qila Lahu: Inna Fulanan Yaqra’u Alaika As-Salam (Bab: Jawaban yang diucapkan apabila seseorang mendapat kiriman pesan bahwa Fulan memberinya salam).

Juga hadits riwayat seorang perawi dari Bani Numair — dalam Shahih Bukhari disebutkan: Perawi dari Bani Tamim-, dari ayahnya dari kakeknya yang mendatangi Nabi, lalu ia berkata, “Ayahku mengirimkan salam untukmu,” Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Alaika wa ala Abika As-Salam (Semoga keselamatan juga atasmu dan ayahmu).”

Dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang tidak diketahui, namun Al-Albani menganggap hadits ini hasan.

Hal seperti ini juga terjadi pada dua istri Rasulullah, Khadijah dan Aisyah yang mendapat titipan salam dari Allah melalui Jibril.

Diriwayatkan dari Anas bahwasanya Malaikat Jibril mendatangi Nabi dengan Khadijah di samping beliau, lalu Rasulullah berkata, “Sesungguhnya Allah memberi salam kepadamu, wahai Khadijah,” kemudian Khadijah menjawab, “Innallaha huwa as-salam wa ‘ala Jibril as-Salam, wa’ alaika as-salam wa rahmatullah (Sesungguhnya Allah adalah Dzat Keselamatan, semoga keselamatan atas Jibril dan semoga keselamatan serta rahmat Allah atas dirimu)”. (HR. Al-Hakim: An-Nasa’i; Al-Bazzar; Ath-Thabarani).

Dalam Fath Al-Bari, Ibnu Hajar mengungkapkan, “Dari hadits ini bisa dipetik faedah, bahwa menjawab salam kepada orang yang menitipkan salam dan pembawa titipan tersebut adalah hal yang harus dilakukan oleh orang mendapat titipan salam.”

Dalam hadist lain, diriwayatkan dari Aisyah bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berkata, “Wahai Aisyah, Jibril mengirimkan salam untukmu.” Lalu dia menjawab, “Wa alaihi as-salam wa rahmatullah wa barakatuh (Dan semoga keselamatan, rahmat, serta barokah Allah atas Jibril) dan engkau melihat sesuatu yang tidak kau lihat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam Musnad Ahmad terdapat tambahan, ‘Alaika wa alaihi as-salam wa rahmatullah wa barakatuh (semoga keselamatan atasmu dan semoga keselamatan, rahmat dan barokah atas Jibril).’ ” Imam Al-Albani dalam Hasyiyat Shahih Al-Adab Al-Mufrad mengatakan, ” Isnad hadits ini berstatus shahih. Dan tambahan ini juga penting dari hadits yang ada.”

Wallahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA