Rasulullah Mengungkapkan Tujuan Menyebarkan Salam

Ragam

Selasa, 17 September 2019 | 03:02 WIB

190916182551-rasul.jpg

dokumen galamedianews.com

UCAPAN salam mengandung makna yang agung. Seharusnya seorang muslim bangga dan bersemangat menebar salam. Ucapan salam merupakan ucapan penghormatan di antara kaum muslimin sekaligus merupakan syiar kaum muslimin.

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyebarkan salam. Dalinya adalah dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa rasulullah allallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk kedalam surga hingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman (dengan sempurna) hingga kalian saling mencintai. Tidakkah kalian mau aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kalian lakukan menyebabkan kalian saling mencintai? Sebarkan ucapan salam diantara kalian” (HR. Muslim).

Allah berfirman, mewajibkan hamba-hamba-Nya membalas salam, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang semisalnya). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu” (QS. An-Nis`: 86).

Lafal Memulai Salam

As-salmu‘alaikum

“Semoga keselamatan (Allah) anugerahkan kepada Anda”

Jika ia ingin lebih afdal, maka dengan lafal berikut ini.

As-salmu‘alaikum wa ramatullh

“Semoga keselamatan, dan rahmat Allah dianugerahkan kepada Anda”

Jika ia ingin lafal yang paling baik, maka dengan lafal berikut ini.

As-salmu‘alaikum wa ramatullhi wa baraktuh

“Semoga keselamatan, rahmat ,dan berkah Allah dianugerahkan kepada Anda”

Setiap muslim dan muslimah boleh menjawab salam dengan lafal yang sepadan sesuai ucapan salam yang diterimanya. Jika ia menambahnya dengan lafal salam yang lebih lengkap, itu lebih utama.

Allah Ta'ala berfirman, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang semisalnya). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. (QS. An-Nis ‘: 86).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Umar raiyallhu ‘anhum menemui Nabi allllahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau berada di masyrubah (ruangannya yang lebih tinggi) beliau, lalu Umar berkata,

As-Salmu ‘alaika y raslallah as-salmu ‘alaikum…

“Semoga keselamatan bagi Anda, wahi rasulullah, semoga keselamatan bagi Anda, apakah Umar boleh masuk” (HR. Abu Dawud (5203), Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Abi Dawud).

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA