Pengucapan Salam kepada Non-Muslim

Ragam

Selasa, 17 September 2019 | 02:06 WIB

190916181514-pengu.jpg

Net

ISLAM melarang memberi salam Islam --ucapan Assalamu'alaikum-- kepada non-Muslim. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani....”. (HR Muslim dari Abu Hurairah ra.).

Mengucapkan salam kepada hadirin (orang banyak), yang terdiri dari Muslim dan Non-Muslim, tidak dilarang. Hati kita meniatkan salam Islam untuk sesama Muslim dan salam "Selamat Pagi" atau "Salam Sejahtera" untuk Muslim dan Non-Muslim.

Para ulama mendasarkan hal itu pada riwayat berikut ini, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengendarai keledai yang di atasnya ada pelana bersulam beludru Fadaki, sementara Usamah bin Zaid membonceng di belakang beliau ketika hendak menjenguk Sa’ad bin ‘Ubadah di Bani Al Harits Al Khazraj, dan peristiwa ini terjadi sebelum perang Badar. Beliau kemudian berjalan melewati suatu majelis yang di dalam majelis tersebut bercampur antara kaum muslimin, orang-orang musyrik, para penyembah patung, dan orang-orang Yahudi. Dan di dalam majelis tersebut terdapat pula Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abdullah bin Rawahah. Saat majlis itu dipenuhi kepulan debu hewan kendaraan, ‘Abdullah bin Ubay menutupi hidungnya dengan selendang sambil berkata, “Jangan mengepuli kami dengan debu.” Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam pada mereka lalu berhenti dan turun, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajak mereka menuju Allah sambil membacakan Alquran kepada mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di dalam hadits ini dijelaskan, mengucapkan salam kepada orang banyak yang terdiri dari orang muslim dan non-muslim itu tidak apa apa. Sedangkan yang tidak boleh adalah mengucapkan salam Islam kepada orang non-muslim.

Jika orang non-Muslim mengucapkan salam dengan mengucapkan Assalamu'alaikum kepada kita, maka jawabannya adalah ucapan "Wa'alaikum".

"Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan wa’alaikum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia mengucapkan ‘as-saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Rasulullah lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?”. Rasulullah bersabda, “Jangan! Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari).

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA