Saat Masuk Masjid, Wajibkah Seorang Muslim Melakukan Salat Dua Rakaat?

Ragam

Senin, 16 September 2019 | 00:02 WIB

190915174159-saat-.jpg

Net

KETIKA masuk masjid, selayaknya kita melaksanakan salat sebanyak dua rakaat. Salat ini biasa kita sebut salat tahiyyatul masjid.

Dari Abu Qatadah As Sulami radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka shalatlah dua rakaat sebelum duduk”

Dalam riwayat lain, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka jangalah duduk hingga ia shalat dua rakaat” (HR. Bukhari no. 444, Muslim no. 714).

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, ia berkata, “Sulaik Al Ghathafani datang di hari Jum’at ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sudah berkhutbah. Sulaik pun duduk. Maka Nabi bersabda: wahai Sulaik, berdirilah kemudian shalat dua rakaat dan percepatlah shalatnya”. Kemudian setelah itu Nabi bersabda: “Jika kalian mendatangi masjid di hari Jum’at ketika imam sudah berkhutbah, maka shalatlah dua raka’at dan percepatlah shalatnya” (HR. Muslim no. 875).

Dari hadits-hadits di atas, sebagian ulama mengatakan salat tahiyyatul masjid hukumnya wajib. Karena hadits-hadits di atas menggunakan bentuk perintah dan larangan duduk sebelum salat dua rakaat.

Diantara yang berpendapat demikian adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Syaikh Muqbil bin Hadi, Syaikh Muhammad Ali Farkus, dan ulama lainnya.

Namun jumhur ulama berpendapat bahwa salat tahiyyatul masjid hukumnya sunnah muakkadah. Berdasarkan beberapa dalil diantaranya hadits Dhimam bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, tentang seorang badui yang bertanya kepada Nabi, “Dia bertanya kepada Nabi tentang Islam. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: salat 5 waktu sehari-semalam. Orang tadi bertanya lagi: apakah ada lagi salat yang wajib bagiku? Nabi menjawab, "tidak ada, kecuali engkau ingin salat sunnah” (HR. Bukhari no. 47, Muslim no. 11).

Hadits ini menafikan adanya salat yang hukumnya wajib selain salat 5 waktu. Maka salat tahiyyatul masjid tidak sampai wajib hukumnya. Dan beberapa dalil lainnya yang menyimpangkan dari hukum wajib.

Ini adalah pendapat ulama 4 madzhab dan juga dikuatkan oleh Syaikh Ibnu Al Utsaimin, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Shalih Al Fauzan, Al Lajnah Ad Daimah. Bahkan ternukil ijma dari beberapa ulama.

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Para imam fatwa telah bersepakat bahwa perintah dalam hadits-hadits ini maksudnya penganjuran. Ibnu Bathal menukil pendapat dari madzhab Zhahiri bahwa mereka berpendapat hukumnya wajib, yang secara lugas menyatakan demikian adalah Ibnu Hazm” (Fathul Baari, 1/538-539).

Ini pendapat yang lebih rajih, salat tahiyyatul masjid hukumnya sunnah muakkadah.
Wallahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA