Macam-Macam Doa Duduk di Antara Dua Sujud

Ragam

Jumat, 13 September 2019 | 02:04 WIB

190912231509-macam.jpg

dokumen galamedianews.com

ADA beberapa bacaan yang sahih yang dibaca ketika duduk di antara dua sujud ini.

Pertama

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata, “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud pada salat malam beliau membaca: Robbighfirlii warhamnii, wajburnii, warzuqnii, warfa’nii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah rezeki dan tinggikanlah derajatku)” (HR. Ibnu Majah no.740, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Kedua

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma juga, beliau berkata, “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud beliau membaca: Allohummaghfirli warhamnii, wajburnii, wahdini, warzuqnii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah rezeki).” (HR. At Tirmidzi no.284, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Ketiga

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu’anhu, ketika Nabi mengajarkan bacaan salat kepada orang Arab Badui, Nabi mengajarkan doa, “Allahummaghfirlii warhamnii, wa’aafini, warzuqnii“ (dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 1562).

Keempat

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiallahu’anhu, beliau berkata, “…kemudian Nabi duduk (setelah sujud) dan mengucapkan: rabbighfirlii, rabbighfirlii (Ya Allah ampuni aku, Ya Allah ampuni aku), dan lamanya semisal dengan lama berdirinya. Kemudian beliau sujud…” (HR. An Nasai no. 1665, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Kelima

Penjelasan oleh Imam Nawawi terhadap hadits-hadits di atas dalam kitab Al-Majmu’ (3/414), Imam An Nawawi menyebutkan, “Yang lebih hati-hati dan yang lebih dipilihkan adalah mengumpulkan diantara riwayat-riwayat yang ada dan mendatangkan seluruh lafadz-lafadznya yang tujuh.

Tujuh lafadz yang disarankan untuk dikumpulkan oleh Imam An Nawawi adalah, Allahummaghfirlii, warhamnii, wa’aafinii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, warzuqnii. Tujuh lafadz tersebut bisa dikumpulkan dan disusun menjadi satu rangkaian ucapan doa pada saat duduk di antara dua sujud dengan susunan yang bisa juga berbeda.

Keenam

Doa duduk iftirasy keenam ini adalah yang terakhir dan terpajang. Versi yang ini mirip dengan versi sebelumnya hanya saja Imam Al Ghazali menambahkan sebuah kata di bagian akhirnya.

Rabbighfirlii warhamnii waarzuqnii wajburnii warfa’nii wahdinii wa’aafinii wa’fu’anni

“Ya Tuhanku ampunilah aku, kasihanilah aku, dan cukupkan segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berikan juga kesehatan padaku, serta berilah ampunan kepadaku (atas dosa-dosa).”

Dalam gerakan duduk diantara dua sujud diawali dengan permohonan ampun dan diakhiri dengan permohonan ampun atas dosa-dosa pula. Dengan itu kita berharap selalu dalam keadaan bersih dari dosa ketika salat maupun sesudahnya.

Adanya perbedaan dalam bacaan doa duduk diantara dua sujud memang menimbulkan perdebatan. Alangkah baiknya perdebatan tersebut tidak berujung kepada perpecahan karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun tidak pernah melarang doa-doa di atas.

Rasulullah hanya menganjurkan untuk menggunakan doa yang lebih pendek ketika kita salat berjamaah. Sedangkan saat salat sendiri alangkah lebih baik untuk memanjangkan bacaan salat.   

Wallahu A'lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA