6 Cara Berhijab Sesuai Syariah

Ragam

Rabu, 11 September 2019 | 16:43 WIB

190911164558-6-car.jpg

dream.co.id

Ilustrasi

HIJAB berasal dari Bahasa Arab “Hajaba’ yang berarti menyembunyikan atau menutupi. Dalam konteks ajaran Islam, hijab mengacu pada aturan berpakaian bagi perempuan yang sudah mengalami pubertas.

Tren berhijab akhir-akhir ini menjadi populer di Indonesia. Fenomena ini mungkin wajar, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia. Dan, sudah menjadi kewajiban bagi seorang perempuan muslim untuk menutup auratnya.

Baca Juga: Ini Dia Cara Mengenakan Hijab Persegi Empat Bagi Berwajah Bulat

Dalam ajaran Islam, perempuan yang sudah pubertas atau baligh dianjurkan untuk menutupi auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Namun, hijab hanya tentang penampilan luar saja, makna hijab yang paling mendasar ialah tentang kemuliaan seorang perempuan dan perilakunya.

Berhijab juga bukan berarti seorang perempuan akan menjadi ketinggalan zaman dan tidak bisa mengikuti tren fashion. Berikut cara berhijab sesuai dengan makna dan ajaran dalam Islam tanpa perlu takut ketinggalan zaman.

Menutup Aurat
Ketaatan seseorang memang tidak bisa dilihat oleh mata manusia, namun amalan dan perbuatan baik yang kita lakukan, akan dicatat oleh malaikat. Begitu pula dengan cara berpakaian, dan cara berhijab bagi seorang perempuan. Dilansir dari laman Islamic Pamphlets, cara berhijab yang baik dianggap sebagai tindakan kepatuhan kepada Allah SWT.

Seperti yang kita tahu, aurat perempuan ialah seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Dalam berhijab, seorang perempuan muslim perlu memperhatikan hal ini. Pilihlah hijab yang ukurannya tidak terlalu kecil dan mampu menutupi kepala serta rambut dengan sempurna. Usahakan pula untuk tidak memilih hijab yang terlalu ketat atau sempit di kepala.

Tidak Menunjukkan Lekuk Tubuh
Dalam ajaran Islam, berpakaian sopan termasuk dalam anjuran ketika kita berjumpa dengan orang lain. Cara berhijab yang sopan ialah yang longgar dengan tidak menunjukkan lekuk tubuh. Terlebih pada bagian dada hingga ke lutut.

Penggunaan hijab yang besar hingga menutupi dada menjadi cara berhijab yang paling umum bagi seorang perempuan muslim. Cara berhijab ini bisa diikuti dengan pakaian yang longgar, sehingga lekuk tubuh tidak terlihat. Anjuran ini mengacu pada surat Al Ahzab ayat 59 di dalam Alquran.

Sebagai Perlindungan
Cara berhijab sesuai makna dan ajaran Islam ialah dengan menganggap hijab sebagai sebuah tameng atau perlindungan diri. Dengan menganggap hijab demikian, maka tubuh akan sendirinya merasa nyaman dan membutuhkan hijab.

Dilansir dari laman Islamci Pamphlets, hijab tidak hanya mampu melindungi perempuan saja, tapi juga melindungi laki-laki dan lingkungan sekitar, karena melindungi perempuan dari penampilan mesum dan tatapan dangkal dari orang asing yang berniat buruk.

Selain itu, dalam ajaran Islam, hijab juga dipercaya mampu menjadi perisai dari eksploitasi seksual pada perempuan. Apabila seorang perempuan sudah menganggap hijab sebagai perlindungan, cara berhijab apapun yang dikenakan akan membuatnya merasa aman dan nyaman.

Tidak Berlebihan
Melakukan segala sesuatu dengan berlebihan sangat tidak dianjurkan oleh Rasul. Sebagai muslimah yang baik, berpakaian dan berhijablah secukupnya tanpa berlebihan. Contoh berlebihan ialah menggunakan berlapis-lapis kain yang justru membuat tubuh tidak nyaman, menggunakan aksesoris tambahan, dan cara berhijab lain yang sebenarnya tidak perlu serta melenceng dari makna berhijab.

Cara berhijab yang bermartabat dan tidak berlebihan ialah memilih hijab yang sederhana, mudah dan mengutamakan kenyamanan. Cara berhijab yang berlebihan bukan hanya tidak sesuai dengan ajaran Islam, tapi juga akan merepotkan diri sendiri.

Dengan cara berhijab yang berlebihan, dalam ajaran Islam juga dianggap akan mengurangi martabatnya sebagai seorang perempuan. Makna berhijab ialah untuk beribadah dan bukan untuk bergaya atau menunjukan seberapa mahal pakaian yang kita kenakan.

Meningkatkan Kepercayaan Diri
Bagi sebagian perempuan yang berhijab, mengenakan hijab mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Berhijab akan membuat mereka fokus pada urusan yang lebih penting dibanding obsesi-obsesi fisik yang justru dapat membahayakan kesehatan tubuh, seperti keinginan untuk memiliki tubuh ramping sehingga harus berdiet keras, dan lain sebagainya.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang perempuan muslim, mereka bisa mengenakan hijab yang membuat mereka nyaman. Cara berhijab yang menurut gaya mereka sendiri, yang mereka kenakan untuk tujuan yang mulia.

Selain itu, cara berhijab yang mampu meningkatkan kepercayaan diri, juga mampu mencegah masalah mental, membatasi kesadaran akan penampilan dan akan membuat seorang perempuan akan lebih berfokus pada diri sendiri dan ibadahnya.

Sesuai Anjuran dalam Alquran
Di zaman yang penuh perkembangan dan inovasi ini, terutama di bidang fashion, membuat banyak pula inovasi hijab yang melabelkan syari atau sesuai ajaran Islam. Ketika dihadapkan dengan hal seperti itu, seorang perempuan Islam harus jeli.

Perempuan Islam boleh saja mengikuti perkembangan zaman, tapi juga harus selektif. Jangan sampai cara hijab yang kita pilih melenceng dari makna dan ajaran Islam. Dalam Alquran, seorang perempuan Islam dianjurkan untuk menutup auratnya, tidak berpakaian yang berlebihan dan mengundah nafsu jahat orang lain.

Poin penting dalam memilih hijab dan cara berhijab ialah yang tidak melupakan makna yang terkandung dalam hijab sesuai dengan ajaran Islam, yaitu sebagai pelindung dan penjaga martabat seorang perempuan.

Sumber: dream.co.id

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA