Kenakan Aksesori Bling-bling Purba, Arkeolog Temukan Fashionista Prasejarah Berusia 2.137 Tahun

Ragam

Selasa, 10 September 2019 | 15:20 WIB

190910151848-kenak.jpg

dailymail

Sebuah "ikat pinggang bling-bling" yang diperkirakan berusia 2.137 tahun ditemukan bersama tengkorak wanita muda yang hidup sebelum kelahiran Kristus. Fashionista purba yang dijuluki Natasha oleh para arkeolog itu ditemukan dengan aksesori berbentuk persegi panjang hitam yang digunakan  sebagai ikat pinggang.

Makam fashionista prasejarah ini ditemukan saat tim arkeolog mengeringkan sebuah reservoir di Republik Tuva, Siberia dengan luas  240 mil persegi. Dari dokumentasi video terlihat bagaimana para arkeolog menyapu debu pada kerangka untuk menyingkap aksesori kuno tadi.

Natasha.

Dikutip dari DailyMail kemarin, titik makam  ini dikenal  sebagai The Russian Atlantis karena biasanya tertutup air dam dengan kedalaman 56 kaki  hingga harus  dikeringkan selama beberapa minggu setiap tahun. Reservoir atau waduk raksasa yang juga dinamai nekropolis Ala-Tey di Laut Sayan itu hulu Bendungan Sayano-Shushenskaya yang juga pembangkit listrik terbesar di Rusia.

Wilayah di mana Natasha ditemukan  merupakan tempat liburan favorit Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, ikat pinggang yang dikenakan Natasha terbuat dari  batu permata hitam, sejenis lignit dengan hiasan butran batu semi mulia. Ukuran tepatnya 7 inci kali 3,5 inci dengan dihiasi pirus, akik dan  mutiara.

Aksesori Natasha.

Arkeolog Dr Pavel Leus mengatakan, “Situs pemakaman Natasha dengan temuan iPhone era Hunnu (Xiongnu) ini  menjadi salah satu yang paling menarik di situs pemakaman.”  Ia menambahkan, tengkorak Natasha menjadi  satu-satunya yang bersabuk dengan hiasan koin wuzhu Tiongkok.

“Koin itu membantu kita mengungkap usianya," katanya. Pemakaman peradaban prasejarah yang berasal dari Zaman Perunggu hingga zaman Jenghis Khan tersebut memang berada tepat di titik reservoir.

Titik reservoir.

Temuan sebelumnya termasuk dua fashionista prasejarah yang sebagian dimumikan dan dimakamkan dengan sejumlah alat perdagangan. Salah satunya dijuluki  Sleeping Beauty karena mengenakan sutra. Awalnya  diyakini  pendeta wanita, namun kini disimpulkan sebagai perancang.

Temuan lainnya diidentifikasi sebagai seorang penenun yang dimakamkan dalam gelendong kayu yang dibalut tas khusus. Sebanyak 110 makam mendadak muncul di tengah reservoir  situs Ala-Tey. Pemimpin ekspedisi Dr. Marina Kilunovskaya dari Institut Budaya Sejarah Material St. Petersburg menyebut  semua temuan  tadi membuat situs Ala-Tey tak ubahnya “sensasi ilmiah”.

Temuan sebelumnya mengungkap dua fashionista lainnya.

"Sensasi ilmiah."

Kilunovskaya juga mengaku  beruntung  menemukan pemakaman suku nomaden  Hun yang kaya. “Situs ini juga utuh karena tidak dirambah perampok makam [kuno]," lanjutnya, Situs Atlantis lain  Terezin memiliki setidaknya 32 makam. Kini para ilmuwan mengaku berpacu dengan waktu untuk mengungkap detail temuan sekaligus memastikannya bebas dari kerusakan akibat rendaman air.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA