Atasi Perubahan Iklim, Ilmuwan Swedia Dorong Praktik Kanibalisme

Ragam

Selasa, 10 September 2019 | 14:00 WIB

190910131608-atasi.jpg

dailymail

Seorang ilmuwan Swedia mengklaim solusi terbaik untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan memakan daging manusia tepatnya mengonsumsi mayat. Dikutip dari DailyMail kemarin, Profesor Magnus Soderlund dari Stockholm School of Economics percaya praktik kanibalisme dapat menyelamatkan planet Bumi  jika saja warga dunia “menyadari kebenaran dari dari ide ini”.

Berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia, ia menyebut  daging jenazah akan lebih berkelanjutan daripada industri daging dan susu  atau bahkan memakan serangga  jika sumber makanan menjadi langka di masa depan.

Dia juga menambahkan diskursus mengenai kanibalisme yang saat ini dianggap tabu dapat berubah dari waktu ke waktu dan pada akhirnya bukan tidak mungkin orang akan membuat “keputusan tepat”. Demikian laporan Epoch Times.

No more cow?

Profesor Soderlund pertama kali melontarkan  argumennya mengenai kanibalisme sebagai opsi dalam  diskusi panel  berjudul Bisakah Anda Bayangkan Memakan Daging Manusia? pada Gastro Summit.

Ketika ditanya apakah dia bersedia  mencoba daging manusia, Soderlund mengatakan dirinya akan secara terbuka mencicipinya. "Aku rasanya agak ragu-ragu tetapi aku juga bukan orang yang  terlalu konservatif ... bisa kukatakan... Aku  setidaknya terbuka untuk mencicipinya," katanya pada reporter TV4 Swedia.

Profesor Magnus Soderlund.

Praktik kanibalisme sendiri bukan hal baru dalam sejarah. Suku-suku di Papua New Guinea misalnya  memasak dan memakan daging orang mati sebagai bagian ritual  yang dianggap dapat membantu membebaskan roh.

Sementara ahli paleontologi Prancis juga menemukan bukti kanibalisme dari tulang Neanderthal yang berusia 100.000 tahun. Namun, ilmu pengetahuan juga menunjukkan  kanibalisme di antara manusia berisiko  penyakit yang ditularkan melalui darah seperti Hepatitis atau Ebola.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA