Picu Kontroversi, 47 Tahun Menunggu Perempuan Ini Lahirkan Bayi Kembar di Usia 73

Ragam

Senin, 9 September 2019 | 13:15 WIB

190909131519-keaja.jpg

dailymail

Usia tidak menghalangi pasangan Mangayamma Yaramati (73) dan suaminya Sitarama Rajarao (82) untuk menjadi  orangtua. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, suami istri dari India tersebut menyambut buah hati pertama mereka di usia yang bagi sebagian tak terbayangkan. Menikah di tahun 1962, tak kurang dari 47 tahun keduanya tak berhenti berharap akan tangisan bayi.

Dan akhirnya berkat prosedur IVF (in vitro fertilisation) atau bayi tabung dengan proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh ibu, Yaramati melahirkan bayi kembar. Kelahiran bayi kembar perempuan ini berlangsung di bawah pengawasan ketat dokter, pertengahan pekan kemarin. Menanggapi kehadiran putrinya, Rajarao mengungkapkan rasa syukurnya.

Miracle babies.

“Dengan kuasa Tuhan dan pertolongan dokter, aku kini ayah dari dua bayi perempuan. Tuhan akhirnya mengabulkan doa kami. Ini hari paling membahagiakan dalam hidupku,” katanya. Ditanya apakah dirinya tidak khawatir membesarkan anak di usia lanjut, Rajarao menjawab, “Apa pun yang akan terjadi maka terjadilah. Semua di tangan Tuhan.”

Meski tak sedikit yang ikut berbahagia tetapi kelahiran putri kembar Yaramati memicu pertanyaan apakah dokter layak menjalankan prosedur IVF bagi calon ibu di usia lanjut. Regulasi bayi tabung di India sejauh ini terbilang longgar. Meski demikian Yaramati tak memusingkan kontroversi seputar kehadiran buah hatinya.

Ia menyebut kini fokusnya adalah merawat kedua putrinya. Warga  Andhra Pradesh ini juga merasa lega. Selama ini banyak stigma negatif dan tudingan mengarah padanya karena puluhan tahun menikah ia tak juga dikaruniau anak. Tapi selama itu pula Rajarao tetap setia hingga akhirnya mereka memutuskan mencoba IVF. Tepatnya setelah tetangga mereka melahirkan di usia 55 tahun berkat prosedur yang sama.

Newly mom and dad.

Yaramati yang mulai menopause 25 tahun lalu menggnuakan donor sel telur yang dibuahi sperma sang suami. Tidak dijelaskan dari mana pasangan ini mendapatkan dana selama prosedur berlangsung. Namun kelahiran caesar Yaramati dilakukan tanpa halangan. Kepala tim dokter Ahalya Nursing Home di Guntur, Sanakkayala Umasankar menyebut kelahiran putri Yaramati merupakan keajaiban.

“Ini keajaiban media. Meski tak akan bisa memberi ASI tapi ibu bayi dalam kondisi baik,” ujarnya. Menanggapi kritik atas usia pasien, ia menegaskan pihak rumah sakit sudah melakukan semua sesuai prosedur.

IVF di India berkembang pesat dengan kemunculan sekitar 2.000 klinik dalam beberapa tahun terakhir. Awal tahun ini pihak berwenang mengatakan mereka sedang mempertimbangkan batas usia atas untuk IVF. Terakhir Daljinder Kaur dari Amritsar, Punjab yang diperkirakan berusia 72 tahun oleh dokter, melahirkan anak laki-laki pada tahun 2016.

Yaramati dan tim dokter jelang kelahiran.

Catatan untuk ibu tertua yang terverifikasi sebelumnya yaitu Maria del Carmen Bousada de Lara. Warga Spanyol ini melahirkan anak kembar pada usia 66 tahun 2006. Namun dua tahun berikutnya ia didiagnosis menderita kanker dan meninggal pada 2009.

Sementara itu kabar terbaru menyebut, Rajarao yang baru saja menjadi ayah terkena stroke dan harus dilarikan ke rumah sakit sehari setelah kelahiran dua putri kembarnya.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA