Picu Kemarahan Netizen Inggris, Bully Pangeran George Presenter Amerika Lara Spencer Minta Maaf

Ragam

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:04 WIB

190826140350-bully.jpg

dailymail

Presenter Good Morning America, Lara Spencer akhirnya memosting permintaan maaf setelah menjadi sasaran kritik netizen dari Negeri Paman Sam dan Inggris. Lara memicu kemarahan karena dianggap membully Pangeran George. Tepatnya ia “menertawakan” kelas tambahan balet yang ternyata masuk dalam kurikulum calon Raja Inggris tersebut.

Dikutip dari DailyMail kemarin, dua hari berlalu polemik soal stigma negatif pada kalangan penari pria yang kemudian ramai ini masih dibahas netizen. Dalam tayangan yang banyak dikutip itu, Lara terlihat menahan tawa kala memberitakan kabar pendek jelang tahun ajaran baru St. Thomas di mana Pangeran  George bersekolah.

Lara yang menahan tawa memicu kemarahan netizen. (net)

Pangeran George kini berusia enam tahun.

Lara akhirnya meminta maaf.

“Calon Raja Inggris tak akan bermain Playdoh karena ikut kelas tambahan studi religi, sastra, dan balet!” ujarnya. Namun rupanya Lara yang tak sepakat jika balet cocok untuk anak laki-laki menambahkan komentar. “Pangeran William mengatakan George sangat suka balet,  I have news for you Prince William, kita lihat sampai kapan George tahan dengan balet,” ujarnya dengan tawa tertahan.

Rupanya komentar dan gestur Lara tadi dianggap sebagai komentar seksis yang mendikotomikan bidang tari. Sesuatu yang kini banyak menjadi pilihan profesi profesional. Bahkan pebalet dari kalangan pria pun tercatat sebagai ikon tari dunia. Komentar pun bermunculan, baik dari kalangan selebriti maupun “netizen sipil” yang ramai-ramai memprotes komentar Lara tersebut.

The comments.

George dan Charlotte saat hendak menjenguk Louis.

Dan ramai di media massa, Lara akhirnya memosting permintaan maaf. Ia melakukannya melalui akun Instagram miliknya. Tak hanya mengakui sikapnya yang  tidak peka, Lara juga mendorong siapa pun untuk menggeluti bidang apa saja yang menjadi pilihan. Pangeran George sendiri akan mulai belajar balet yang menjadi kurikulum St. Thomas's School  Battersea, London tahun ini.

Dukungan pun mengalir pada George dari sejumlah koreografer dan penari profesional seperti Arlene Phillips, mantan peserta Dancing With the Stars Inggris. “Memalukan, kuno, dan sikap yang membahayakan untuk menjadi konsumsi publik. Menari terbukti secara ilmiah sangat bagus untuk fisik dan mental,” ujarnya. Kepala sekolah Helen Haslem juga menyebut balet masuk kurikulum karena membantu meningkatkan kemampuan akademik dan sosial.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA