2.000 Hari Ditunggui Istri, Lima Tahun Koma Kalimat Pertama Pria Ini Bikin Netizen Meleleh

Ragam

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:45 WIB

190823163926-cinta.jpg

dailymail

Nama Zhang Guihuan mendadak ramai di timeline pengguna media sosial Negeri Tirai Bambu. Warga Xiangyang, Provinsi Hubei itu dianggap sebagai bukti ungkapan the power of love. Bagaimana tidak, saat suaminya Li Zhihua koma lima tahun lalu, ia tetap setia merawat dengan penuh kasih sayang.

Dikutip dari DailyMail, Jumat (23/8/2019)  selama hampir 2.000 hari ia menghabiskan 20 jam dari waktunya untuk menjaga Li yang kehilangan kesadaran.  Zhang tak patah arang saat suaminya mengalami cedera otak akibat kecelakaan tahun 2013. Sejak itu setiap hari ia  hanya tidur tiga jam. Sisanya  dihabiskan untuk memastikan tubuh Li tidak lecet dan selalu bersih.

"I love you.."

Now and ever.

Tak itu saja, Zhang juga selalu mengajak Li bicara dan kerap memperdengarkannya lagu yang diputar dari handphone. Saat akhirnya belahan jiwanya siuman, Zhang pun tak terkira bahagia. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut Li membuat netizen meleleh dan tak sedikit yang meneteskan air mata. Saat matanya kembali terbuka, hanya satu yang Li ucapkan, “Aku mencintaimu..”

Kisah mengharu-biru pasangan istimewa ini pertama kali diberitakan kanal berita mingguan setempat termasuk Btime, Cover News dan Pear yang berbasis video. Semua berawal saat Li yang mengendarai skuter menuju tempat kerja terhantam sepeda motor lain pada Agustus 2013.  Dokter yang menangani Wan Qing'an kepada reporter mengatakan pasien sudah dalam kondisi vegetatif.

Lima tahun perjuangan.

“Tiba di rumah sakit pasien dalam kondisi vegetatif dan sama sekali tak merespons,” ujarnya. Hal yang sama diungkapkan Zhang. Perempuan 57 tahun mengatakan, “Aku diberitahu dokter, Li kemungkinan  akan berakhir seperti ini selamanya. “ Namun ia menolak diagnosis dokter dan bertekad membuktikan keyakinannya.

Sejak itu tak sehari pun dilewatkannya dengan mendampingi Li dan memutar lagu kesayangannya. Sesuatu yang diakui dokter ikut membantu menstimulasi sistem syaraf  Li.  Cinta Zhang pada Li membuatnya kehilangan bobot  hingga 10 kilogram selain nyaris kurang tidur setiap hari. Zhang menyebut waktu yang dimiliki untuk dirinya sangat terbatas.

" I don't mind you..!"

Ia lebih banyak  menghabiskannya merawat Li yang memerlukan penanganan telaten. Seperti urusan makan yang bisa berlangsung lama karena tidak mudah bagi siapa pun yang berada dalam kondisi vegetatif  menelan makanan. Namun perjuangan Zhang terbukti tak sia-sia. Tahun lalu suaminya mulai responsif. Ia pun membawanya ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan.

Kini dr. Wan menyebut Li yang masih belum bisa berbicara dengan lancar semakin membaik. Dari footage yang diposting terlihat bagaimana kini Zhang sudah bisa membimbing Li berjalan. Tim dokter menyebut peran Zhang membuat perkembangan kesembuhan Li berlangsung pesat.

Cinta Zhang menjadi faktor kuat kesembuhan Li.

Tak itu saja, kesabaran dan keteguhan Zhang membuat  para suster kagum dan mengaku belajar banyak darinya. Salah satunya Xia Li yang mengatakan, “Beliau membantu pasangannya melakukan banyak  gerakan dengan telaten dan tak pernah mengeluh.” Sedangkan ditanya mengenai apa yang sudah dilaluinya kepada reporter  Zhang menegaskan, “Sedikit pun aku tak pernah berpikir untuk menyerah. Selama Li masih bernapas aku tak akan meninggalkannya..”

o-My-HEART!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA