Buah yang Disebut dalam Alquran Ini Memiliki Banyak Khasiat

Ragam

Kamis, 22 Agustus 2019 | 01:04 WIB

190821230019-buah-.jpg

Net

SALAH satu buah yang disebutkan Alquran dalam surat Ar Rahman ayat 68-69 adalah buah delima. Buah ini diyakini akan ada di surga nanti.

“Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahman : 68-69).

Ar-Rumman dalam bahasa Arab, yaitu delima disebutkan tiga kali dalam Alquran. Buah satu ini juga dikenal di berbagai peradaban kuno negara. Seperti Yunani kuno, Cina, Mesir, hingga banyak tumbuh di California karena dianggap memiliki berbagai khasiat yang baik untuk tubuh manusia.

Masyarakat Cina secara tradisional menggunakan buah delima dalam sajian sebuah pesta budaya. Yakni sebagai persembahan mewah untuk raja.

Bangsa Mesir kuno, memakamkam seorang jenazah dengan buah delima. Sedangkan dalam mitologi Yunani, dewi bumi, Demeter, dikatakan telah kehilangan putrinya, Persephone karena dewa dunia bawah, Hades disebabkan Persephone telah menerima satu butir buah delima.

Seperti dua buah lainnya dalam dari Alquran, yaitu kurma dan zaitun, buah satu ini juga memiliki gizi dan nilai kalori yang cukup baik.

Kandungan protein dan lemak buah delima tidak signifikan namun kaya akan natrium dan juga mengandung riboflavin, tiamin, niasin, vitamin C, kalsium dan fosfor. (Farooqi, 1997).

Jus buah delima juga jadi favorit di banyak negara Timur Tengah. Mereka biasa mengolah delima menjadi jeli, saus, sirup dan perasa makanan.

Selain itu delima mengandung anti oksidan yang kuat. Anti-oksidan menjaga tubuh dari radikal bebas, molekul berbahaya yang diyakini berkontribusi terhadap penyakit jantung, penuaan dini dan kanker. Serta anti oksidannya dapat menjaga tubuh dari radikal bebas.

Bukan hanya kaya gizi, buah delima juga berfungsi sebagai obat alami. Seperti diare, sakit telinga, penglihatan yang buruk, demam, gangguan gigi dan gusi dan gangguan pencernaan.

Setengah dari obat-obatan di dunia berasal dari tanaman dan 80 persen populasi dunia. Serta bergantung pada perawatan kesehatan utama, yaitu obat tradisional yang bersumber dari tumbuhan, hewan dan kerajaan mineral.

Dikisahkan Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada di antara umat Islam yang menanam pohon atau menabur benih, dan kemudian burung, atau orang atau binatang memakannya, tetapi itu dianggap sebagai hadiah amal darinya.“(HR Bukhari 40: 1071).

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA