Naila Novaranti Raih Penghargaan Ikon Prestasi Pancasila

Ragam

Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:25 WIB

190821143441-naila.gif

Atlet yang juga pelatih terjun payung, Naila Novaranti merasa tersanjung mendapat penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). “Terima kasih. Surprise buat saya mendapat kejutan menerima penghargaan sebagai salah satu ikon Pancasila 2019 khususnya di bidang yang saya geluti, olah raga ekstrim skydiving, ” ujar Naila, usai mendapat penghargaan, di tempat acara, di Tjolo Madu, Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/08/2019).

Naila merupakan instruktur terjun payung perempuan profesional yang melatih para penerjun payung Militer dan Sipil di 46 Negara di dunia. Sebagai pelatih dan penerjun payung, ia banyak mengunjungi berbagai Negara. Terutama Negara-negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Bulan Juli 2019 lalu, Naila baru saja melawat ke Taiwan.

Olah raga skydiving, kata Naila, termasuk olahraga uji nyali yang memacu adrenalin. Keluar dari pesawat terbang bebas menggunakan baju khusus meluncur cepat. Sejenak turun melambat menggunakan parasut. “Pada ketinggian tertentu saya pernah melakukan atraski akrobat. Saya juga pernah patah tulang di bagian tangan dan kaki. Saya vakum selama enam bulan memulihkan kondisi. Tapi saya tidak pernah kapok. Karena keseruan, keasyikan terjun skydiving itu mengalahkan rasa takut saya," papar Naila.

Dengan gelar dan penghargaan yang baru diraihnya, Naila, mengaku termotivasi untuk mengejar prestasi terbaik di kejuaraan dunia skydiving. “Penghargaan mendorong saya terus berprestasi. Apalagi tiap bulan ada kejuaraan terus. Finalnya di World Competition di Amerika Serikat akhir tahun 2019 ini. Mohon do'anya agar selalu lancar dan sukses,” pinta wanita yang pernah menjadi sekretaris di perusahaan minyak dan karyawan  di perusahaan parasut di Amerika Serikat ini.

Pemberian penghargaan digelar melalui Konser Kebangsaan yang ditayangkan TVRI Solo. Penghargaan menetapkan 74 Ikon yang dibagi menjadi empat kategori. Meliputi kategori bidang Ilmu Pengetahuan, kategori bidang Olahraga, kategori bidang Seni Budaya dan Kreatif, serta kategori bidang Sosial Entrepreneur.

Naila mengaku apa yang dicapainya merupakan buah dari berbagai ikhtiarnya. Namun dirinya tak pernah membayangkan akan menjadi perempuan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi atlet skydiving dunia. Apalagi aksinya mampu menorehkan sejarah terjun payung di atas Mount Everest di tahun 2018 lalu. Naila juga masih menyimpan obsesi ingin memecahkan rekor penerjunan di benua paling dingin di atlantik, yang menurut rencana akan ia lakukan di akhir tahun 2019 ini.

"Menyikapi semua ini dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan. Saya sering merasakan bagaimana ketika melayang di udara, diri kita sangat kecil dan tidak ada apa-apanya disbanding kuasa Tuhan dengan segala nikmat-Nya. Sekali lagi takjim saya mensyukuri semua ini sebagai anugerah yang tidak semua orang mendapatkannya,” ungkap Naila berhikmad./

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA