Alquran Menyatakan Laki-laki Lemah Terhadap Wanita?

Ragam

Jumat, 16 Agustus 2019 | 03:31 WIB

190816000058-alqur.jpg

Net

Ilustrasi.

ALLAH SWT menyatakan dalam Alquran bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.                        

Allah SWT berfirman, “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah’” (An Nisa: 28)

Ahli tafsir Al-Quthubi rahimahullah menjelaskan bahwa hal itu maksudnya adalah sifat laki-laki yang tidak kuat menahan godaan wanita, beliau berkata

“Berkata Thawus rahimahullah , “hal tersebut adalah mengenai wanita”. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwanya beliau membaca (wa khuliqal-insanu da'ifa) yaitu, tidak sabar terhadap (godaan) wanita.” (Al-Jami’ liahkamil Quran 5/149, Darul Kutub Al-mishriyah, Kairo, cetakan kedua Asy-Syamilah).

Ibnu Asyur menjelaskan bahwa ayat tersebut ditafsirkan demikian, karena konteks ayat sebelumnya berbicara tentang motivasi menikah. Beliau berkata, “Karena hukum-hukum yang dibahas sebelumnya adalah memurahkan (mahar) pernikahan.” (At-Tahrim Wat Tanwir 5/22).

Sufyan Tsauri ditanya tentang firman Allah : "dan manusia dijadikan bersifat lemah." apakah yang dimaksud kelemahannya ? beliau berkata : seorang wanita melintas dihadapan laki-laki, lalu mereka tidak mampu menahan diri dari melihat wanita ini dengan nafsunya, dan tidak pun mereka mendapat manfaat darinya; maka kelemahan apakah yang lebih dari ini ?

Pada firman Allah tersebut menjelaskan bahwa manusia itu benar-benar lemah, di dalamnya juga ada petunjuk agar manusia tidak menggiring dirinya kepada tempat-tempat maksiat, karena maksiat adalah larangan-larangan Allah. Maka siapa yang berada di dekat larangan Allah itu dikhawatirkan dia akan jatuh pada larangan tersebut".

Kelemahan kaum laki-laki sangat jelas dalam hal fitnah wanita; oleh karena itu tatkala disebutkan ayat-ayat tentang nikah, hawa nafsu, dan ihson dalam surah An-Nisa; ayat-ayat itu kemudian ditutup dengan firman Allah tersebut, maka dari itu sangat menjadi kewajiban bagi orang-orang lemah akan imannya dan ia takut akan rusaknya agamanya agar tidak menyepelekan permasalahan ini, dan tidak sekali-kali mendekati fitnah-fitnah kaum wanita; mereka harus percaya dengan kejantanan mereka, dan kebaikan akalnya. (Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili).

Akan tetapi ada ulama juga yang menafsirkan bahwa bahwa lemah tersebut, mencakup lemah dalam berbagai hal yang seorang hamba butuh kepada Allah. Seperti lemah badan, lemah kekuatan, lemah ilmu dan lain-lain.

Ibnul Qayyim menjelaskan, “Yang benar bahwa kelemahan di sini mencakup semuanya secara umum. Kelemahannya lebih dari hal ini dan lebih banyak. Manusia lemah badan, lemah kekuatan, lemah keinginan, lemah ilmu dan lemah kesabaran.” (Thariqul Hijratain 1/228).

Tafsir dari para ahli bahwa laki-laki lemah terhadap wanita ini didukung dengan berbagai nash. Misalnya hadits bahwa wanita adalah fitnah/ujian terbesar bagi laki-laki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yaitu (fitnah) wanita.” (HR. Bukhari no.5096 dan Muslim no.7122).

Fitnah wanita bisa langsung menghilangkan akal sehat laki-laki walaupun sebelumnya kokoh dan istiqamah beragama

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari no. 304).

Bahkan godaan wanita lebih dahsyat dari goadaan setan. Godaan setan itu disebut lemah, sedangkan godaan wanita itu dahsyat.

Allah berfirman, “Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (An-Nisa’:76).

Dan Allah berfirman tentang godaan setan, “Sesungguhnya tipu daya kalian para wanita adalah besar/adzim” (Yusuf:28).

Semoga Allah menjaga laki-laki kaum muslimim dari fitnah wanita.


Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA