Apakah Anda Milenial? Coba Cek Perilaku Anda di Sini

Ragam

Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:04 WIB

190815150757-apaka.jpg

GENERASI Milenial dikenal dengan generasi cerdas, kreatif, multitasking, techno savvy, dan segudang kecakapan nonkonvensional lainnya. Berbagai kecakapan itu diperoleh dari zaman yang berlimpah ruah atau abundance ini.

Di sisi lain, generasi milenial punya kerentanan justru karena ia hidup dan dibesarkan di zaman itu.

Era abundance ini memberikan berbagai fasilitas dengan mudah, yang berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi milenial merupakan generasi sebelum tahun 2000-an. Mereka adalah orang-orang di usia produktif dan konsumen yang dominan saat itu.  

Generasi milenial saat ini dapat mengakses berbagai informasi melalui internet, jejaring soSial, dan berbagai even bergengsi lewat internet. Internet membuat sekat, batas, dan jarak menjadi tak lagi relevan. Kemajuan teknologi saat ini sudah tidak bisa dihindari dan kita yang dituntut untuk menyesuaikan.

Beda generasi, tentu beda cara pandang terhadap suatu masalah dan solusi, pola kerja, dan gaya hidup. Berikut sisi positif dari generasi millenials dan sisi negatifnya.

 
Multitasking

Saat ini perkembangan teknologi mengharuskan mereka untuk bekerja serba cepat. Semua pekerjaan bisa dikerjakan secara bersamaan. Contohnya seperti berkomunikasi dengan orang lain melalui jejaring sosial, belanja online melalui media sosial sehingga kita tidak perlu lelah untuk keluar rumah, dan juga bisa browsing internet untuk mencari informasi yang lebih luas dan cepat.

Tak hanya menjadi media untuk berinteraksi, kaum milenial juga menjadikannya sebagai pusat informasi dan aktualisasi diri.

Lewat sosial media, seseorang bisa mengekspresikan dirinya melalui sebuah unggahan atau status yang akan dilihat oleh orang lain sehingga mereka bisa membangun citra dirinya di dunia maya.

Generasi ini memang dikenal sebagai generasi yang paling cepat mengetahui peristiwa secara actual. Mereka juga menggunakan media sosial sebagai media informasi.


Lebih Kritis

Dengan semakin derasnya arus informasi, generasi millenials tidak akan sekedar menelan informasi yang mereka dapat dari orang lain maupun media. Mereka kan coba membandingkan informasi yang mereka dapat di dunia maya lalu cek ulang lagi. Ini akan membentuk pemahaman baru yang bisa menjadi berbeda dari apa yang didapat.

 
Minat Baca Konvensional Menurun

Bukannya hilang begitu saja, memang masih banyak orang-orang yang suka membaca buku, tetapi tidak lagi di took buku atauy perpustakaan melainkan lewat e-book. Mereka lebih suka membaca buku secara online karena tak mau repot atau menghabiskan waktu untuk pergi ke toko buku.

Mereka menganggap tulisan konvensional hanya akan membuatnya pusing, oleh karena itu mereka lebih memilih melihat sesuatu dengan gambar dan warna yang menarik

Pilih Ponsel Dibanding TV

Generasi yang memang lahir di tengah perkembangan teknologi ini memang sudah tidak lagi menjadikan televisi sebagai media utama mereka. Internetlah yang sangat berperan penting dalam keberlangsungan hidup mereka. Seperti yang diungkakan oleh Prami Rachmiadi, Chief Digital Content Officer dalam acara Global Entertainment and Media Outlook: 2007-2021,

Kaum milenial tidak akan pernah bia lepas dari telepon genggam mereka karena perilaku yang terjadi ditengah masyarakat saat ini ialah harus menjadi orang paling ter-up-to-date. Pergeseran perilaku dari babyboomers dan generasi milenial ini bisa dilihat dari bagaimana cara mereka mengartikan fungsi internet.

Namun begitu, ada beberapa sisi negatifnya dari generasi milenial ini.   

 
Sulit Berkomunikasi

Milenial adalah generasi yang cerdas dan kreatif. Mereka tak suka menjadi pengikut, lebih suka menjadi individu yang bebas. Memang ada baiknya mereka diberikan kebebasan, hanya saja kebebasan itu harus tetap disertai dengan kemampuan bekerja sama. Baik dalam konteks pekerjaan maupun di luar pekerjaan.

Sisi baiknya, milenial tidak takut menerima tugas yang menantang. Bila kita bisa menemukan keseimbangan yang tepat antara kebebasan dan tanggung jawab tersebut, potensi generasi ini bisa didorong secara maksimal.

Serba Instan

Dengan semuanya dipermudah teknologi maka semua nya serba cepat dan kurang menghargai proses. Menurut penuturan Septiani Teberlina dari Concord Consulting Indonesia, generasi milenials memang lebih paham teknologi tetapi cenderung berlebihan dalam penggunannya.

Selain itu karena semua sudah dipermudah, semangat juang terlihat kurang. Sehingga wajar generasi old crack beranggapan generasi millenials ini kurang tangguh saat dihadapi sebuah masalah.

 
Social Skill Berkurang

Hal ini masih berkaitan dengan etika. Dengan maraknya teknologi mereka terkesan kurang bisa berkomunikasi langsung. Dulu, selain tatap muka masih ada telepon, lalu berkembang ke sms, dan sekarang muncul aplikasi chatting dll. Penggunaan media berlebihan akan merusak hubungan komunikasi terhadap orang lain. Sebaiknya tidak menggunakan secara berlebihan agar komunikasi tetap terjaga.

Apakah anda termasuk milenial? (Novy kurnia/Job)**

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA