Jimat Bertuliskan Alquran

Ragam

Selasa, 13 Agustus 2019 | 02:08 WIB

190812224251-jimat.jpg

Net

Ilustrasi.

JIMAT adalah kesyirikan, sehingga seorang muslim tidak diperbolehkan menggunakannya atau meyakini jimat bisa membawa keberuntungan dan menjauhkan dari bahaya.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya jampi, jimat dan tiwalah adalah syirik.’”(HR. Bukhari).

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.” (HR. Abu Dawud, shahih).

Bagaimana apabila jimatnya menggunakan Alquran? Soal ini ada dua pendapat ulama:

I. Ulama yang membolehkan jimat menggunakan Alquran

Alasan ulama yang membolehkan karena ini dalam rangka tabarruk yang syar’i dengan kalamullah dan asma’ (nama) Allah yang ada di dalamnya.

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Semua (hadist) yang melarang mengenai menggantung jimat yang dan yang lainnya adalah karena tidak ada Alquran di dalamnya (tidak dikecualikan). Adapun apabila ada ‘penyebutan nama Allah’ maka tidak ada larangannya. Hal tersebut dijadikan sebagai tabarruk dan ta’awwudz dengan nama Allah.” (Fathul Bari 6/142).

Demikian juga Al-Qurthubi menukilkan perkataan imam Malik, beliau berkata,  “Tidak mengapa menggantungkan (sebagai jimat) lembaran yang ada ‘nama Allah’ pada leher orang sakit untuk tabarruk.” (Tafsir Al-Qurthubi 10/319).

II. Ulama yang melarang jimat dengan Alquran

Inilah pendapat yang terkuat dengan berbagai pertimbangan ulama dan lebih menenangkan hati. Dijelaskan dalam kitab “Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyyah” tentang tiga alasan tidak bolehnya jimat menggunakan Alquran.

“Para ulama berhujjah atas pendapat mereka dengan alasan sebagai berikut:

1.Keumuman larangan dalam hadits (larangan jimat) dan tidak ada yang mengkhususkan

2.Dalam rangka menutup jalan menuju ke arah kesyirikan karena hal ini bisa mengantarkan kepada apa yang telah disepakati keharamannya

3.Apabila digantungkan/dipakai, pasti yang memakai akan membawanya akan ikut masuk ketika buang hajat (ke kamar mandi tidak boleh membawa Aquran dan lafadz nama Allah). (AL-Muasu’ah Al-Kuwaitiyyah 14/31).

Demikian juga syaikh Abdul Aziz Bin Baz menjelaskan bahwa telah ma’ruf bahwa sahabat dan salaf dahulunya tidak membolehkan hal ini. Beliau berkata, “Tidak boleh (menggunakan jimat dengan Alquran) karena telah ma’ruf bahwa sahabat Abdullah bin Mas’ud, Hudzaifah serta para ulama dahulu dan sekarang mereka mengatakan: ‘Tidak boleh menggantungkan jimat walaupun dari Alquran untuk menutup jalan menuju kesyirikan dan untuk memangkas sumber kesyirikan.’” (Majmu’ Fatawa 1/51).

Kesimpulan: tidak boleh mengunakan jimat secara mutlak meskipun dari Alquran.


Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA