Membaca Hamdalah yang Diharamkan

Ragam

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 02:08 WIB

190809230612-memba.jpg

Net

HUKUM yang berhubungan dengan orang mukallaf ada lima. Yaitu wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram.

Hukum-hukum ini disebut dengan hukum taklifi. Siapa saja yang sudah memenuhi syarat-syarat mukallaf, maka orang itu tidak bisa terlepas dari lima hukum tersebut. Termasuk dalam hal memanjatkan pujian kepada Allah SWT adalah dengan ungkapan hamdalah, yaitu alhamdulillah. Kalimat alhamdulillah memiliki arti “segala puji bagi Allah”. Disebutkan dalam kitab Is’adu Ar-Rofiq bahwa ada lima hukum membaca hamdalah,

Pertama, wajib. Kewajiban membaca hamdalah ini bagi mereka yang menjadi khatib jumat. Karena salah satu rukun dari khutbah adalah membaca hamdalah. Alhamdulillah juga wajib dibaca saat dalam salat. Yakni ketika membaca surat al-Fatihah, karena Alhamdulillah termasuk bagian dari surah al-Fatihah. Al-Fatihah termasuk rukun salat. Artinya hamdalah juga masuk pada bagian rukun salat.

Kedua, sunah. Sangat bagus apabila kita membiasakan membaca tahmid dalam setiap keadaan. Misalkan setelah makan, setelah minum, bangun tidur, dan lain-lain. Termasuk sunah juga dalam khutbah nikah. Penghulu dianjurkan mengawali khutbahnya dengan hamdalah. Termasuk juga saat memulai tulisan, saat memulai doa, saat memulai berceramah, dan lain sebgainya.

Ketiga, makruh. Membaca hamdalah juga bisa dihukumi makruh apabila dibaca di tempat yang kurang layak. Misalkan di dalam kamar mandi, di kandang sapi, atau di tempat-tempat yang jorok.

Keempat, haram. Tahmid diharamkan oleh para ulama dipanjatkan dalam hal-hal yang diharamkan. Misalkan berhasil saat mencuri, lalu mengucapkan alhamdulillah. Atau saat mendapatkan pelanggan (Maaf: Wanita Malam), lalu bersyukur alhamdulillah. Atau gembira ketika hanyut dalam kemaksiatan seraya berucap “alhamdulillah“.

Terlepas dari hukum-hukum hamdalah di atas, kita perlu memperbanyak syukur kepada Allah SWT. yang salah satunya bisa dengan pujian. Yakni alhamdulillah. Semoga kita dijadikan hamba yang banyak bersyukur kepada Allah SWT. Aamin.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA