Besarnya Jasad Malaikat

Ragam

Rabu, 24 Juli 2019 | 04:28 WIB

190723223050-besar.jpg

Net

Ilustrasi.

ALLAH ta’ala telah mengabarkan kepada manusia akan keberadaan malaikat. Bahkan Allah jadikan keimanan kepada malaikat sebagai salah satu rukun iman, yang tanpanya iman seseorang tidak akan diterima.

Di sinilah menjadi penting bagi setiap muslim untuk mengenal malaikat. Dengan mengenal mereka kita akan lebih mengetahui kebesaran Allah yang memiliki tentara-tentara seperti malaikat.

Perlu kita ketahui, "Malaikat" adalah jamak dari kata "Malak", yang secara bahasa bermakna Mursil; utusan. Mereka adalah makhluk ghoib yang Allah yang ciptakan dari cahaya. Ia selalu taat kepada perintah Allah dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya arsy, dan jin diciptakan dari nyala api, dan adam dari apa yang sudah diceritakan kepada kalian”. (HR Muslim No. 2966).
                         
Jumlah malaikat sangat banyak, tidak ada yang mengetahui selain Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman, “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhan mu melainkan dia sendiri”. (Qs. Al Muddatsir : 31).

Menunjukan kepada banyaknya jumlah malaikat, adalah apa yang dikatakan jibril Alaihi Salam ketika ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (dalam peristiwa isro) tentang baitul ma’mur, “Ini adalah baitul Ma’mur salat didalamnya tiap hari tujuh puluh ribu malaikat, tidak kembali lagi malaikat terakhir dari mereka”. (HR Bukhari No 3207).

Apakah malaikat berjasad?

Nash-nash yang ada menunjukan bahwa malaikat memiliki jasad. Bahkan jasad mereka sangat besar, meskipun berbeda beda. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan bagaimana besarnya malaikat pemikul Arsy, “aku diizinkan untuk menceritakan salah satu malaikat Allah, yaitu malaikat pemikul Arsy, sesungguhnya antara cuping telinga dan pundaknya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun” (Sahih Sunan Abu Dawud No. 9353).

Mereka juga memiliki sayap. Meskipun berbeda beda jumlah sayapnya. Di antara mereka ada yang memiliki dua sayap, tiga atau empat sayap, bahkan ada yang memiliki enam ratus sayap sebagaimana malaikat Jibril. Allah ta’ala berfirman, “Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat…” (Qs. Fathir: 1).

Mengenai malaikat jibril, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melihat dalam bentuk aslinya selama dua kali. Pertama ketika di abthah, Rasulullah melihat Jibril menampakan dirinya dalam bentuk aslinya, dengan enam ratus sayap yang menutupi ufuk. Kedua adalah saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dinaikan ke langit pada malam Mi’raj.

Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha” (Qs. An Najm 13-14).

Malaikat juga memiliki akal tapi tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Karena jika tidak memiliki akal, tidak mungkin Allah memuji mereka dengan menyebutkan sifat mereka, “tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Qs. At Tahrim : 6).

Namun meskipun malaikat memiliki jasad, mereka tidak membutuhkan makan dan minum sebagaimana manusia. Sebagaimana disebutkan dalam kisah Nabi Ibrahim yang didatangi oleh malaikat yang menyerupai manusia. Ketika dihidangkan makanan kepada mereka, mereka tidak mau menyentuhnya.

Keyakinan kaum musyrikin tentang malaikat

Orang Yahudi menisbatkan Uzair sebagai anak Allah. Orang Nashroni juga menisbatkan Al Masih (Nabi Isa) sebagai anak Allah. Dan orang Musyrik tidak kalah dalam hal ini. Mereka menisbatkan malaikat sebagai anak anak Allah! Bahkan lebih dari itu, mereka mengatakan bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Maha Suci Allah atas apa yang mereka tuduhkan. Allah pun mengingkari pernyataan orang musyrik bahwa malaikat berjenis kelamin wanita.

Allah ta’ala berfirman, “Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” (Qs. Az Zukhruf : 19).

Allah mengingkari tuduhan bahwa malaikat adalah anak-anak Allah, “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan (Qs. Al Anbiya : 26).

Mana yang lebih mulia antara malaikat dan orang soleh?

Masalah ini telah diperselisihkan oleh para ulama dahulu. Akan tetapi yang benar adalah -sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, “bahwa orang soleh lebih utama jika telah masuk ke dalam surga. Karena mereka berada dekat dengan sang Pencipta, bersenang-senang di dalam surga, dimuliakan oleh Allah dengan rahmat Nya, bahkan bisa melihat wajah Allah ta’ala. Sementara malaikat ketika itu –dengan izin Allah- menjadi pelayan manusia.

Adapun sekarang –di kehidupan dunia- malaikat lebih utama dari manusia soleh, karena keberadaannya di atas langit, dekat dengan sang pencipta, sibuk beribadah kepada Allah, suci dari dosa yang dilakukan oleh manusia di muka bumi.” ( Majmu Fatawa 4/372).

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA