Bahasa Asli Kitab Taurat dan Injil

Ragam

Jumat, 19 Juli 2019 | 04:31 WIB

190718231317-bahas.jpg

Net

Ilustrasi.

DALAM kajian seputar sejarah, ada bagian yang penting untuk kita ketahui dan ada bagian yang tidak siginifikan untuk dipelajari. Bagian yang ada kaitannya dengan aqidah atau aktivitas ibadah kita, penting untuk kita pelajari. Diantara informasi penting yang Allah sampaikan dalam Alquran bahwa para Rasul diutus oleh Allah dengan bahasa yang sama seperti bahasa kaumnya,

“Tidaklah Aku mengutus seorang Rasul-pun kecuali dengan bahasa kaumnya.” (QS. Ibrahim: 44).

Melalui informasi ini kita bisa memahami, betapa kasih sayangnya Allah kepada para hamba-Nya. Hingga Allah mudahkan mereka untuk memahami pesan wahyu yang Allah sampaikan melalui para Rasul-Nya. Tinggal satu pertanyaan, apakah mereka mau mengimaninya atau tidak…

Masalah bahasa apa yang digunakan oleh nabi-nabi mereka, bagi kita tidak terlalu signifikan untuk dipelajari mendalam. Karena tidak ada pengaruh iman. Andaipun Injil atau Taurat yang asli ditemukan, bukan berarti kita harus mempelajarinya, untuk dijadikan sebagai panduan. Karena umat islam telah memiliki al-Quran. Dan cukup bagi mereka untuk mengkaji Alquran dan menjadikannya sebagai panduan yang dijamin ke-otentikan-nya oleh Allah.

Allah berfirman, “Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-Ankabut: 51).

Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, agar kaum muslimin mencukupkan diri dengan Alquran. Dalam hadis dari Abdullah bin Tsabit, bahwa Umar pernah mampir di Bani Quraidzah dan beliau diberi kutipan isi Taurat beberapa lembar. Kemudian beliau bawa kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dibacakan. Hingga muka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berubah karena beliau tidak suka. Lalu beliau bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, andai Musa ada di tengah kalian, kemudian kalian mengikuti beliau dan meninggalkan aku, niscaya kalian akan tersesat.” (HR. Ahmad 15864 dan Abdurrazaq 10164).

Apalagi kita meyakini bahwa Taurat dan Injil telah banyak dipalsukan, sebagaimana berita yang Allah sampaikan dalam banyak ayat di Alquran. Sehingga kewajiban kita adalah mengimaninya bahwa kedua kitab itu datang dari Allah, namun isinya telah banyak dipalsukan.

Pengantar di atas untuk memberi motivasi bagi kaum muslimin agar selalu memperhatikan Alquran. Meskipun bisa jadi masih ada yang penasaran dengan bahasa asli Taurat dan Injil. Untuk mengobati rasa kepo itu, saya kutipkan beberapa keterangan seputar bahasa asli Taurat dan Injil.

Syaikhul Islam dalam kitabnya al-Jawab as-Shahih liman Baddala Diinal Masih,

Musa dan al-Masih Isa dan para nabi Bani Israil yang diutus pada zaman diantara kedua nabi itu, mereka berbicara dengan bahasa Ibrani. Al-Masih Isa berbahasa Ibrani, dan tidak menggunakan bahasa selain Ibrani. Sementara yang berbicara dengan bahasa selain Ibrani, seperti Suryani (Suriah), Yunani atau Romawi adalah sebagian pengikutnya.

Beliau juga menegaskan, "Bahwa bahasa Musa, Daud, al-Masih Isa, dan para nabi Bani Israil lainnya adalah Ibrani. Siapa yang mengatakan bahwa bahasa al-Masih adalah Suryani atau Romawi maka dia salah paham." (al-Jawab as-Shahih liman Baddala Diinal Masih, 1/138)

Allahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA