Allah SWT Senantiasa Bersama Para Dzakirin

Ragam

Jumat, 19 Juli 2019 | 03:07 WIB

190718224231-allah.jpg

nu.or.id

IBQUL Qayyim rahimahullah menyebutkan 80-an faidah dzikir kepada Allah dalam kitabnya “al-Waabil al-Shayyib”.

Di antaranya: dzikrullah bisa mengusir syetan, mendatangkan keridhaan Allah dan rahmat-Nya, menghilangkan kegundahan hati, mengisi hati dengan kegembiraan, kebahagiaan, dan kelapangan. Dzikir akan membuat wajah dan hati bercahaya, menjauhkan hati dari kelalaian, dan akan menghapuskan kesalahan-kesalahan. Faidah dzikrullah paling istimewa –menurut Ibnul Qayyim- bahwa orang-orang yang berdzikir kepada Allah akan disebut namanya oleh Allah di kalangan mahluk-mahluk mulia (Malaikat).

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)

Ibqul Qayyim menyatakan seandainya keutamaan dzikir hanya ada dalam ayat ini saja maka itu sudah cukup untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaannya.

Selain menyebut nama hamba-hamba yang berdzikir, Allah juga menjanjikan ma'iyah (kebersamaan)-Nya bersama mereka.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Allah berfirman dalam hadits Qudsi,

“Aku sesuai prasangkan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku benar-benar bersamanya apabila ia berdzikir kepada-Ku. Jika dia menyebut namaku dalam dirinya, Aku sebut namanya dalam diriKu. Dan jika sebut namaKu (berdzikir kepada-Ku) dalam satu perkumpulan, Aku sebut namanya dalam perkumpulan makhlluk yang lebih baik dari mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam redaksi lain, “Aku bersama hamba-Ku selama ia berdzikir kepada-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku.”

Kebersamaan Allah kepada para dzakirin mencakup kebersamaan umum dan khusus. Allah melihatnya perbuatan hamba, mendengar perkataannya, mengetahui hal ihwalnya, dan meliput seluruh aktifitasnya. Maksud kebersamaan khusus adalah Allah akan menjaganya, menolongnya, meneguhkannya, menunjukinya, dan memberi taufik kepadanya.

Jika hamba itu memohon ampunan kepada Allah, maka Allah mengampuninya. Jika ia memohon perlindungan maka Allah akan melindunginya. Jika ia meminta sesuatu maka Allah akan memberinya. Jika ia berdoa maka Allah akan kabulkan doanya.

Banyak Berdzikir

Melihat besarnya faidah dzikrullah maka seorang mukmin hendaknya melaziminya. Ia selalu berdzikir dan bersungguh-sungguh merutinkannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saat.

A’isyah berkata, “Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam selalu berdzikir (mengingat Allah) dalam setiap keadaannya.” (HR. Muslim).

Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan untuk banyak berdzikir kepada-Nya dan memuji para pelakunya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allâh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allâh banyak-banyak (berzikir dan berdo’a) agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)

"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jum'ah: 10)

Allah menjanjikan untuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, -sampai ke firman Allah - laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)

Seseorang tidak terkategori sebagai orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah kecuali ia senantiasa mengingat Allah dalam hatinya, lisannya, dan anggota tubuhnya.

Pertama, dzikir hati itu dengan mengagungkan Allah dan takut kepada-Nya, berbaik sangka kepada Allah dan berharap semua kebaikan kepada-Nya, dan mengikhlaskan amal hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

Jika hati sudah demikian maka lisan akan senantiasa membaca tasbih (subhanallah), tahmid (Al-Hamdulillah), tahlil (Laa Ilaaha Illallaah), takbir (Allahu Akbar), Hauqolah (Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah).

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “kalimat yang  paling disuka Allah ada 4: Subhanallah, Al-Hamdulillah, La Ilaaha Illallaah, Allahu Akbar.

Ketiga, berdzikir dengan anggota badan, yaitu dengan melaksanakan amal-amal fardhu dan meninggalkan keharaman, mengerjakan yang sunnah dan meninggalkan yang makrudh, berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar, berjihad di jalan Allah, bersedekah, membantu orang, dan amal-amal soleh lainnya.

Siapa yang banyak berdzikir kepada Allah maka dzikir itu akan menggerakkan hatinya kepada ketaatan dan meninggalkan maksiat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi taufik kepada kita untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Wallahu A’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA