Demam Aplikasi Rusia FaceApp, Ini Risiko Mengejutkan dari #FaceAppChallenge

Ragam

Kamis, 18 Juli 2019 | 14:30 WIB

190718142827-demam.jpg

dailymail

Tren viral FaceApp yang membuat wajah pengguna lebih tua hingga 50 tahun ternyata bukannya tanpa risiko. Dikutip dari DailyMail kemarin, para ahli memperingatkan aspek keamanan dari aplikasi dengan pengembang dari Rusia ini.

Dibuat tahun 2017, aplikasi yang memfilter wajah tersebut ternyata memiliki akses permanen pada foto pengguna. Kekhawatiran mengemuka terkait klausul   aplikasi yang dapat mengakses, menyimpan, dan menggunakan gambar dari  kamera tanpa izin pengguna.

The fever.

Menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), aplikasi gratis ini dapat  mengedit foto di galeri ponsel  dan mengubahnya menjadi dua atau tiga kali lipat dari usia sebenarnya. Fitur lainnya termasuk mengubah warna rambut, menambahkan janggut, bertukar jenis kelamin bahkan terlihat lebih muda.

FaceApp saat ini menjadi  salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh untuk iOS dan Android. Seiring popularitasnya, sejumlah kalangan mempertanyakan seberapa aman data pengguna, juga “apa yang bisa dilakukan” FaceApp dengan foto milik pengguna.

Gratis permanen.

Persyaratan dan ketentuan aplikasi FaceApp menyatakan izin atas akses untuk menggunakan, memodifikasi, mengadaptasi, dan menerbitkan gambar apa pun yang pengguna rekayasa dengan aplikasi AI-nya. Salah seorang yang mempertanyakan akses luas ini yaitu James Whatley, ahli strategi dari Digitas.UK.

Melalui akun Twitter ia mengatakan, “Anda memberi FaceApp  lisensi permanen, yang tidak dapat dibatalkan.. bebas royalti.. untuk menggunakan, mengadaptasi, menerbitkan, mendistribusikan konten Anda dalam semua format media... setelah Anda memosting atau berbagi konten. FaceApp diizinkan untuk menggunakan nama Anda, nama pengguna  atau yang sejenis dalam format media apa pun tanpa kompensasi dan Anda tidak akan bisa menghapus atau melayangkan keberatan.”

Apa itu FaceApp?

FaceApp adalah aplikasi foto-morphing menggunakan kecerdasan buatan dan transformasi saraf wajah untuk membuat perubahan pada wajah.

Aplikasi ini dapat menggunakan foto dari galeri ponsel atau foto yang langsung diambil dengan aplikasi.

Layanan gratis ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mengedit foto di galeri ponsel dan mengubahnya menjadi dua atau tiga kali lipat dari usia sebenarnya.

Fitur lainnya yaitu mengubah warna rambut, menambahkan janggut, juga membuat pengguna terlihat lebih muda.

Kylie Jenner ikut challenge.

Tak itu saja, FaceApp juga tidak akan memberi kompensasi untuk materi yang digunakan dan tetap bisa menggunakan gambar atau foto bahkan setelah pengguna menghapus aplikasinya. Netizen juga mengungkap FaceApp dimiliki  Wireless Lab, perusahaan yang berbasis di St. Petersburg.

Ariel Hochstadt, pakar keamanan dari blog vpnMentor dan mantan manajer pemasaran Gmail untuk Google kepada MailOnline mengaku telah  memperingatkan pengguna terkait aplikasi sejenis.

The concern.

"Peretas berkali-kali terbukti dapat merekam situs web yang dikunjungi orang, termasuk aktivitas yang mereka lakukan di situs tadi tanpa selalu tahu siapa penggunanya" katanya.

“Maksudnya,  bayangkan mereka menggunakan ponsel untuk misalnya diam-diam merekam seorang gay yang mengunjungi situs-situs gay padahal orang ini belum memberitahu siapa pun jika dirinya gay. Tapi lalu mereka mengoneksikan foto orang ini dengan situs yang digunakan,” tambahnya. Ia juga mengungkapkan fakta jika data detail hingga alamat pengguna yang biasanya terpapar di akun seperti FaceBook.

Drake Sr.

Sementara itu, pemerintah Rusia juga tidak memiliki keharusan untuk “mengamankan” database yang didapat pihak aplikasi dari pengguna. "Dengan begitu banyak pelanggaran, mereka dapat memperoleh informasi dan meretas kamera yang ada di luar sana. Jadi mereka dapat membuat database orang-orang di seluruh dunia dengan informasi yang orang-orang ini tidak bayangkan."

Laporan Tech Crunch, aplikasi ini pun dapat mengakses foto di platform iOS Apple bahkan saat pengguna mengeset izin akses foto dengan “never”. Dengan kata lain aplikasi ini menunjukkan berapa banyak informasi yang bisa diberikan orang melalui internet dengan menggunakan “aplikasi gratis”.

Unimaginable.

Di tengah masyarakat yang kian bergantung pada teknologi yang juga terus berkembang, beberapa ahli menyoroti bahaya dari memberi perusahaan akses semacam ini. Futuris dan pakar bisnis teknologi Steve Sammartino kepada jurnalis Australia, Ben Fordham mengatakan siapa pun perlu berhati-hati ketika menggunakan aplikasi, termasuk FaceApp.

“Wajah kita sekarang sudah menjadi bentuk baru hak cipta, kita  harus benar-benar berhati-hati kepada siapa kita  memberi izin untuk mengakses data biometrik kita. Jadi jika kalian mulai menggunakan aplikasi  tanpa tujuan, di masa depan ketika kita menggunakan wajah kita untuk mengakses sesuatu, seperti uang atau kartu kredit, maka apa yang telah kita lakukan itu sama saja seperti  menyerahkan kunci atau pin pada orang lain.”

Intinya, jangan sepelekan lagi syarat dan ketentuan yang diberlakukan aplikasi apa pun okay!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA