40 Tahun Tak Keramas, Mengaku Diperintah Langsung Tuhan Pria Ini Tak Pernah Menyentuh Rambutnya

Ragam

Rabu, 17 Juli 2019 | 15:55 WIB

190717155536-40-ta.jpg

dailymail

Seorang pria dari India mengaku tak pernah mencuci rambutnya sejak  40 tahun lalu. Ia juga tak pernah bercukur dan hingga kini rambut gimbalnya yang tak mungkin lagi disisir itu sudah mencapai 1,8 meter. Ia melakukannya bukan karena malas tapi yakin jika mahkotanya itu berkah dari Tuhan.

Rambut pria bernama Sakal Dev Tuddu dari Munger,  Bihar itu tak terkena air lagi sejak usianya 23 tahun. Dikutip dari DailyMail kemarin, sebagai bukti jika jatta atau rambut gimbalnya itu berkah ilahi, Sakal juga mengaku kerap bermimpi dikunjungi Tuhan.

OMG.

I can't..

Dan percaya atau tidak, dalam mimpinya Tuhan selalu mengingatkan agar Sakal tak menyentuh rambutnya. Sejak itu ia berhenti bercukur bahkan sekadar keramas pun tidak. Berikutnya Sakal mulai berhenti minum minuman beralkohol dan merokok sebagai pengabdian total pada dewa.

Sadhus, orang suci Hindu juga biasa membiarkan rambutnya “alami”. Tapi tidak seperti sadhus, rambut Sakal benar-benar kusut hingga mengeras bak selendang. Terkadang ia menumpuk rambutnya di atas kepala seadanya. Selama ini tetangga  menjulukinya Mahatma Ji karena penampilannya dianggap suci dan Sakal pun dikenal rendah hati.

How he sleeps.

Kadang diselendangkan.

Sehari-hari ia bekerja di departemen kehutanan dan warga juga mengenalnya sebagai tabib tradisional. Meski demikian tak setiap yang datang hendak berobat, banyak juga yang sengaja ingin berselfie dengannya. Sakal mengaku sama sekali tak keberatan. Begitu pun keluarganya. Mereka termasuk sang istri, Rupiya Devi tak pernah mengeluhkan rambutnya.

Sejauh ini rekor rambut gimbal terpanjang di dunia dipegang warga Florida AS, Asha Mandela dengan panjang 34 meter. Sedangkan di masa lalu rambut gimbal diperkenalkan Raja Viking abad ke-9 Harald I yang bersumpah untuk tidak memotong atau menyisir rambut sampai  menaklukkan seluruh Norwegia. Saat misinya terpenuhi ia dijuluki Harald Finehair.

Okay!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA