Salah Satu Doa yang Dianjurkan Allah SWT

Ragam

Jumat, 12 Juli 2019 | 00:13 WIB

190711220030-salah.jpg

Net

ALLAH SWT menyebutkan doa Ibadurrahman, sebagai salah satu contoh doa yang dianjurkan untuk dibaca bagi kaum muslimin.

Allah berfirman, "Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Furqan: 74).

Sebagaimana ada manusia yang dijadikan oleh Allah sebagai imam bagi orang yang bertakwa, ada juga manusia yang dijadikan oleh Allah sebagai imam dalam kesesatan. Allah berfirman,

“Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” (QS. al-Qashas: 41).

Karena itulah, orang soleh di masa silam sangat mereka berdoa kepada Allah untuk dijadikan pemimpin bagi orang yang bertakwa.

Ibnu Umar berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jadikanlah aku pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Ibnu Abdil Bar menjelaskan doa Ibnu Umar, "Dalam doa ini terdapat contoh yang baik, bahwa hendaknya cita-cita seorang muslim mendorong dia untuk menjadi pemimpin dalam kebaikan. Karena ketika dia menjadi pemimpin dalam kebaikan, maka dia mendapatkan pahala dari kebaikan yang dia lakukan dan pahala setiap orang yang mengamalkan kebaikan yang dia ajarkan, mengikuti yang dia ajarkan." (al-Istidzkar, 2/542).

Jika kita belum bertakwa, layakkah kita berdoa untuk menjadi pemimpin bagi orang yang bertakwa?

Ada tafsir yang disampaikan Mujahid – ulama tabiin – mengenai ayat ini, yang menjawab pertanyaan di atas.

Ibnul Qoyim menukil keterangan Mujahid, Mujahid mengatakan, “Jadikanlah kami pengikut orang-orang yang bertakwa, meniru orang yang bertakwa.”

Kemudian Ibnul Qoyim berkomentar, bahwa bisa jadi, orang yang tidak memahami tingkat keilmuan ulama salaf, mereka menganggap tafsir Mujahid ini terbalik. Karena teks doa, ‘Jadikanlah kami imam bagi orang yang bertakwa’ dan bukan pengikuti orang yang bertakwa.

Kemudian Ibnul Qoyim berkomentar, ini bagian dari kesempurnaan pemahaman Mujahid – rahimahullah – karena seseorang tidak akan bisa menjadi imam bagi orang yang bertakwa, sampai dia mengikuti orang yang bertakwa sebelumnya. (Risalah Ibnul Qoyim ila Ahadi Ikhwanih, hlm. 12)

Sehingga siapapun berhak membaca doa ini. Sekalipun dia merasa dirinya banyak dosa, belum bertakwa. Doa ini Allah ajarkan dalam Alquran, dan dipuji oleh Allah, agar ditiru seluruh kaum muslimin yang membacanya.

Dan bentuk perwujudan doa ini, bahwa seorang msulim yang ingin menjadi imam bagi orang yang bertakwa, dia harus menjadi makmum kepada orang bertakwa sebelumnya. Sehingga generasi soleh bermakmum kepada generasi soleh sebelumnya, hingga mereka bermakmum kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Imam Bagi Keluarga

Di bagian awal doa, kita meminta kepada Allah agar dianugerahkan keturunan yang soleh. Kemudian kita memohon kepada Allah, agar dijadikan sebagai orang yang bertaqwa. Artinya, jika orang tua menghendaki memiliki keturunan yang soleh, berusahalah untuk meniru orang soleh sebelumnya agar bisa diikuti anaknya dalam ke-soleh-an. Orang tuanya meniru orang soleh, sehingga menjadi soleh.. kemudian anaknya meniru orang tuanya untuk menjadi soleh.

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan, "Jadikanlah kami dai yang mengajak kepada kebaikan, sehingga mereka ingin agar ibadah mereka bersambung dengan ibadah anak keturnannya. Dan agar kebaikan mereka memberi pengaruh manfaat bagi yang lain. dan itu akan menambah pahala dan hasil yang lebih baik." (Tafsir Ibnu Katsir, 6/133)

Allahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA