Hindari Berdoa Allahuma Yassir Walaa Tu'assir, Begini Kisahnya

Ragam

Jumat, 21 Juni 2019 | 02:12 WIB

190620235745-hinda.jpg

Discover Hong Kong

ALLAHUMMA yassir walaa tu’assir. Ayat tersebut seringkali kita jumpai pada status sebagian orang. Tahukah apa arti dan makna doa tersebut?

“Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit!”

Apakah kita pantas memanjatkan doa seperti ini kepada Allah? Pantaskan kita berburuk sangka kepadanya seolah mengancam “Jangan Engkau Persulit” lagipula Allah SWT tidak akan pernah menyulitkan hamba-hambanya dalam menjalankan kebaikan.

Makna Doa Ayat Allahumma Yassir Walaa Tu’assir

Manusia hidup di dunia untuk menjalankan tugas mulia sebagai seorang khalifah. Puncak akhir dari sebuah perjalanan itu, manusia akan bertemu dengan Tuhannya. Namun, kehidupan ini seringkali manusia dirundung masalah, problem, dan duka derita.

Mulai dari masalah percintaan atau asmara, rezeki atau pekerjaan, bisnis, permasalahan rumah tangga, hutang piutang, dan sejuta masalah lainnya. Karena itu, manusia diminta untuk berdoa dan ingat kepada Allah sebagai tumpuan untuk meminta.

Dengan doa yang sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam (bukan sekadar ucapan), niscaya Allah akan hadir untuk kamu dan mengabulkan doamu.

Maksud atau makna dari ayat ini, supaya Allah membukakan pintu kemudahan dan menutup pintu kesulitan dari setiap permasalahan yang merundung kehidupan kita.

Bagaimana dengan maksud rabbi yassir wala tu’assir? Artinya sama. Rabbi artinya Ya Tuhan, sedangkan Allahuma artinya Ya Allah. Kita boleh saja menggunakan kata “ya rabbi”, selama hati kita tertuju pada Allah sebagai Tuhan kita.

Mari kita lihat kalimat ini "Allahumma yassir wala tu’assir"

Dalam sebuah riwayat yang shahih, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada beberapa da’i yang diutus beliau untuk mensyiarkan dakwah agama yang mulia ini.

Yassiruu walaa tu’assiruu ... basyiruu walaa tunaffiruu...

”Permudahlah, jangan dipersulit... berilah kabar gembira, jangan ditakut-takuti...”

Ternyata, itu bukanlah doa. Tetapi nasehat buat para da’i. Jika ini ditujukan kepada Allah, maka salah penempatannya.

Allah SWT adalah yang paling Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia tidak pernah mempersulit hamba-Nya. Kita saja yang suka suudzon. Mengeluh kepada Allah SWT mengapa kita diberi cobaan ini itu tentang masalah hidup kita, padahal sebenarnya, setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya. Allah SWT pasti punya alasan sendiri mengapa kita di beri cobaan seperti itu. Dan pasti itu demi kebaikan kita.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu doa istiftah beliau,

“Dan kebaikan semuanya berada di kedua tangan-Mu, dan kejahatan atau keburukan tidak dinisbatkan kepada-Mu”

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan doa yang jauh lebih baik yaitu:

Allahumma laa sahlaa illaa maa ja'altahu sahlaa wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa

Artinya : "Yaa Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya menjadi mudah." (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no.2427. Dishohihkan oleh 'Abdul Qodir Al-Arnauth dalam takhrij Al-Adzkar An-Nawawi hal.187. Lihat As-Silsilah Hadits Ash-Shohihah no.2886).

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR