Insiprasi Mahakarya Van Gogh

Muncul di Langit Virginia, Ini Penampakan Langka Awan Kelvin-Helmholtz

Ragam

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:00 WIB

190620115146-muncu.jpg

dailymail

Seorang warga Virginia, Amerika Serikat mengabadikan gumpalan awan yang menakjubkan di  Smith Mountain. Awan tadi  menyerupai sapuan awan dalam lukisan terkenal karya  Van Gogh. Dikutip dari DailyMail, Kamis (20/6/2019) Amy Hunter memosting foto awan gelombang Kelvin-Helmholtz. Jenis awan ini biasanya terbentuk di musim berangin yang dipicu  kondisi atmosfer tertentu hingga bentuknya menyerupai gelombang berujung lancip.

Fenomena  sangat langka ini terjadi saat dua lapisan udara yang berbeda di atmosfer bergerak dengan kecepatan berbeda atau shear. Ketika lapisan atas udara bergerak pada kecepatan yang lebih tinggi daripada udara tingkat bawah, bagian atas lapisan awan ikut teriris hingga bentunya seperti gelombang berulir.

Fenomena serupa bisa dilihat saat angin bertiup di atas air di mana udara yang bergerak cepat dapat menciptakan gelombang tersendiri pada permukaan air yang bergerak lebih lambat. Hasilnya postingan awan ini membuat netizen takjub.

Fenomena sangat langka.

Starry Night karta Van Gogh.

Kemunculan gelombang Kelvin-Helmholtz artinya  ada ketidakstabilan atmosfer yang seringkali memicu turbulensi untuk pesawat. Meski demikian awan yang bergulung-gulung indah ini telah lama menjadi daya tarik bagi mereka yang cukup beruntung menyaksikannya. Awan yang sama juga diyakini  mengilhami lukisan Starry Night karya Van Gogh.

Kepada CBSLocal, meteorolog KDKA Ray Petelin menjelaskan, “Awan Kelvin-Helmholtz merupakan pola awan sangat langka yang disebabkan oleh kecepatan geser (shear). Ini terjadi ketika angin bergerak dengan kecepatan berbeda di ketinggian berbeda di atmosfer.”

The great wave off shore of Kanagawa karya Kanagawa oki nami ura.

Kelvin-Helmholtz phenomenon.

Dalam kasus pola awan ini, angin di atas awan bergerak lebih cepat daripada angin yang berembus di dasar awan sperti  gelombang yang diciptakan di atas air. Fenomena Kelvin-Helmholtz sendiri berasal dari dua nama  ahli meteorologi, Lord Kelvin dan Hermann von Helmholtz yang mempelajari aspek fisika di balik formasi awan ini pada 1800-an.

I see..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR