Dajjal Berada di Segitiga Bermuda, Shahih kah?

Ragam

Selasa, 18 Juni 2019 | 23:08 WIB

190618231420-dajja.jpg

Today Show

Kawasan Segitiga Bermuda.

DAJJAL saat ini sedang berada di Segitiga Bermuda. Demikian sebagian pendapat yang disebarkan ke masyarakat, khususnya kaum muslim di tanah air.

Pendapat tersebut diperkuat dengan berbagai fakta bahwa banyak kejadian aneh di kawasan tersebut. Seperti banyak pesawat yang jatuh dan banyak kapal yang hilang ketika melewati daerah tersebut.

Pendapat tersebut tentu tidak benar karena tidak ada dalil yang shahih. Bakan pendapat ini bertentangan dengan dalil shahih yang ada.

Dalil mereka bahwa Dajjal ada di segitiga bermuda adalah berdasarkan hadits yang menyatakan bahwa Iblis meletakkan singgasananya di atas air yaitu samudra dan kerajaan mereka ada di situ dan Dajjal pun bergabung di situ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya.” (HR. Muslim).

Memang benar bahwa singgasana Iblis ada di atas air (diriwayat yang lain di atas laut) sebagaimana dhazir hadits ini. Syaikh Al-Mubarakfury menjelaskan, “Di riwayat yang lain di atas laut, yaitu markasnya (kerajaannya) di lautan. Yang shahih adalah kita pahami hadits ini sesuai dengan dzahirnya dan meletakknya singgasananya di atas air.” (Mir’atul mafatih 1/149).

1. Memang benar singgasana dan kerajaan Iblis di lautan atau samudra, akan tetapi kita tidak bisa memastikan bahwa singgasananya berada di Segitiga Bermuda karena Ini butuh dalil untuk memastikan.

2. Hadits ini berbicara tentang Iblis bukan tentang Dajjal karena Dajjal berbeda dengan Iblis.

3. Dalam hadits lainnya disebutkan bahwa Dajjal itu berada di sebuah pulau yang tidak diketahui sampai sekarang di mana posisinya.

Dalam suatu hadits diriwayatkan oleh Tamim Ad-Dari, ia menceritakan kepadaku bahwa dia pernah menaiki sebuah kapal laut bersama 30 orang yang berpenyakit kulit dan kusta. Mereka terombang ambing oleh ombak selama satu bulan di tengah lautan hingga akhirnya terdampar pada sebuah pulau di arah terbenamnya matahari. Mereka menaiki kapal kecil (sampan), lalu mereka masuk ke dalam pulau dan bertemu dengan Dajjal. (Lihat Hadits riwayat Muslim 2942).

Terombang-ambing (bukan melayar dan meluncur) selama sebulan di lautan dengan kapal kecil dari jazirah Arab apakah bisa sampai ke segitiga bermuda yang terletak di barat benua Amerika? Seandainya bisa, apakah kita memastikan letaknya di segitiga bermuda? Bisa jadi terdampar di samudra lainnya. Intinya kita tidak boleh memastikan di mana letak pulau tersebut tanpa dalil.

4. Dalam hadits disebutkan Dajjal akan muncul dari daerah timur yang bernama Khurasan (sekitar daerah persia-Iran). Jadi bukan muncul dari laut atau segitiga bermuda.

“Dajjal itu keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit”. (HR. Tirmidzi, dihasankan Al-Albani).

5. Banyaknya pesawat yang jatuh dan kapal yang tenggelam di daerah segitiga bermuda bukan dalil adanya Dajjal. Banyak hipotesis dan dugaan terkait hal ini, misalnya di segitiga bermuda ada medan magnet yang sangat kuat yang dapat menggangu pesawat dan lautan. Tentunya untuk memastikan perlu penelitian dan data yang kuat.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR