Harus Dikarantina, Dipenuhi Virus Paling Berbahaya di Dunia Laptop Samsung Ini Laku Dijual 18 Miliar

Ragam

Senin, 17 Juni 2019 | 11:24 WIB

190617112439-dari-.jpg

dailymail

Umumnya pemilik laptop akan melakukan apa saja agar perangkat elektronik miliknya bebas virus. Tapi tidak demikian dengan pemilik Netbook Samsung Windows XP yang satu ini. Ia justru membelinya karena laptop tadi tercatat sebagai gadget paling berbahaya. Bagaimana  tidak, perangkat elektronik ini  dipenuhi virus komputer paling berbahaya di dunia.

Demi laptop bervirus ini juga pemilik harus pula rela merogoh kocek £ 1 juta atau tak kurang dari Rp 18 miliar. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, laptop yang terjual dalam lelang online itu “mengandung” virus yang melumpuhkan 74 negara dengan kerugian yang diakibatkan diperkirakan mencapai £ 74,4 miliar atau Rp 113 triliun.

Ada setidaknya enam virus berbahaya di dalamnya termasuk ransomware WannaCry yang menghantam  layanan online kesehatan Britania Raya National Health Service (NHS) serta virus ILOVEYOU, MyDoom, DarkTequila, SoBig dan Blackenergy.

Dikarantina.

Saking  berbahaya laptop Windows ini sampai harus dikarantina di ruang dengan celah udara tersendiri. Analog dengan celah udara yang digunakan dalam pipa digunakan untuk menjaga kualitas udara. Artinya fungsi internet dan port konektivitas perangkat termasuk soket jaringan dan slot USB dinonaktifkan sehingga virus tidak akan pernah bisa menyebar.

Dari mana datangnya virus tadi hingga bisa berkumpul dalam satu perangkat? Rupanya laptop yang dinamai Persistence of Chaos ini sengaja diciptakan bervirus  oleh seniman internet Guo O Dong bekerja sama dengan perusahaan cybersecurity Deep Instinct. Ia menggunakan Netbook Samsung NC10-14GB 10.2-Inch (26 cm) yang dirilis pada 2008 sebagai karya siber.

Netbook ini menjalankan perangkat lunak sistem operasi Windows XP SP3 dan dilengkapi kabel listrik dengan layar 26 x 3 x 19 cm dan berat 1,27 kg.
"Malwares dari The Persistence of Chaos telah menyebabkan kerusakan senilai lebih dari $ 95 miliar dolar (Rp 113 triliun) hanya karena pelaku bisnis tidak siap dengan  serangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," ujar Dong di situs resmi The Persistence of Chaos.

Menjadi peringatan.

Ia memastikan perangkat mematikan ini terisolasi dengan udara terbatas  guna mencegah penyebaran malware. Di antara enam virus yang ditanam di dalamnya  ILOVEYOU menyerang PC pada tahun 2000 dan diperkirakan mempengaruhi lebih dari 500.000 sistem melalui email dan file.

Ada juga MyDoom, worm komputer yang menghebohkan pada tahun 2004 serta  SoBig, DarkTequila dan BlackEnergy. Kepada The Verge, Dong mengatakan karyanya dimaksudkan untuk peringatan sejenis katalog ancaman sejarah siber.

"Virus menjadi senjata yang memengaruhi jaringan listrik atau infrastruktur publik dan dapat menyebabkan kerusakan langsung," katanya. Lelang online sendiri resmi ditutup dengan tawaran akhir Rp 18 miliar. Kini gudang virus tersebut masih dipamerkan di New York. Lalu siapa pemiliknya? Pihak Persistence merahasiakannya.

Okay..!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA