Diduga Alami Pica, Tiga Jam Operasi Dokter Syok Saat Tahu Isi Perut Pria Ini

Ragam

Kamis, 13 Juni 2019 | 14:00 WIB

190613134242-8-sen.jpg

dailymail

Sejumlah dokter di India kaget bukan buatan saat melakukan operasi untuk kasus pasien yang menelan benda-benda asing. Bagaimana tidak mereka  menemukan delapan sendok dan pisau di dalam perut seorang warga. Pria berusia 35 tahun yang belum disebutkan namanya itu datang dengan keluhan nyeri perut yang tak tertahankan.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, laporan media setempat menyebut berdasarkan dokumentasi yang ramai diberitakan saat operasi darurat dilakukan, ternyata ujung pisau telah menusuk dinding perut.Dua obeng dan dua sikat gigi termasuk di antara benda-benda aneh yang juga ikut diangkat dalam operasi tiga jam itu.

OMG.

Like what....?1

Dari jenis benda dan jumlahnya yang  bikin syok diyakini pasien pria ini mengalami  gangguan kejiwaan. Meski demikian apa pemicu atau jenis gangguan jiwa seperti apa yang diderita belum terungkap. Yang pasti pria tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Lal Bahadur Shastri di Mandi, Himachal Pradesh.

Ketika X-ray dilakukan, dokter bingung melihat sendok di dalam perut  pasien yang tampaknya tidak menyadarinya. Detail selanjutnya membuat tim semakin “ngeri”. Selain obeng, stik besi dan sikat gigi utuh, terlihat juga pisau dalam posisi membahayakan yang sudah menembus perut.

Apa itu pica?

Pica adalah kelainan makan yang ditandai keinginan memakan objek  dengan sedikit atau tanpa nilai gizi. Ini dapat mencakup apa saja mulai dari batu, pasir, cat dan kotoran hingga bedak. Pica umumnya dialami orang dengan ketidakmampuan belajar atau selama kehamilan.

Pica  dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika penderita memakan sesuatu yang beracun atau tidak dapat dicerna. Termasuk teracuni bahan-bahan yang memang beracun. Pica juga dapat menyebabkan asupan kalori  berlebih atau kekurangan gizi jika yang dimakan tidak punya nilai gizi. Penderita pun dapat mengalami kerusakan gigi dan terinfeksi parasit.

Shocking X-Ray.

Operasi tiga jam segera dilakukan untuk membersihkan perut pasien dari berbagai logam yang dapat membahayakan. Salah seorang dokter mengatakan,  "Kita sudah bisa melihat ujung pisau yang menonjol dari dalam perutnya. Kemudian kami segera mengoperasi a tanpa membuang waktu dan kami  menemukan lebih banyak benda lagi di dalamnya.”

"Ada satu pisau, delapan sendok, dua obeng, dan dua sikat gigi ketika kami  mengoperasi perutnya," lanjutnya. Logam silinder pendek juga terlihat di  deretan benda yang berhasil diangkat dalam operasi yang tanggalnya tidak diungkapkan ini. Di luar itu pasien disebut menderita gangguan kejiwaan  yang mungkin mendorongnya memakan benda-benda tadi.

Tiga jam operasl.

Kini pasien dirawat oleh keluarganya dan meskipun diagnosis belum dilaporkan dengan jelas, ada beberapa gangguan dengan karakteristik kebiasaan makan. Misalnya pica, kelainan makan di mana seseorang tidak dapat menahan dorongan memakan benda  yang bukan makanan, termasuk kotoran, bedak, dan benda logam.

Pica sering terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental yang mengganggu fungsi tubuh dan lainnya seperti autisme atau skizofrenia. Prevalensi pica tidak diketahui tetapi menurut  The National Eating Disorders Associations (Asosiasi Gangguan Makan Nasional) kemungkinan besar lebih umum di negara-negara berkembang.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR